Penelitian ini mengkaji kesantunan berbahasa warganet di kolom komentar akun TikTok figur publik @Rachelvennya dari perspektif sosiopragmatik. Perkembangan pesat media sosial, khususnya TikTok, telah mengubah bentuk interaksi komunikasi, menciptakan lingkungan unik di mana warganet sering kali merasa jarak sosial rendah dengan figur publik, yang kemudian memengaruhi tuturan mereka dalam berkomentar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan prinsip kesantunan berbahasa menurut teori Leech (1983) yang digunakan oleh warganet dalam berkomentar. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan prinsip kesantunan berbahasa oleh warganet didominasi oleh maksim yang bersifat mendukung dan mengapresiasi, meliputi Maksim Pujian (Approbation Maxim), Maksim Simpati (Sympathy Maxim), Maksim Permufakatan (Agreement Maxim), dan Maksim Kerendahan Hati (Modesty Maxim). Maksim-maksim ini digunakan untuk memaksimalkan pandangan positif terhadap figur publik dan anaknya, membangun solidaritas komunal, serta menunjukkan dukungan emosional, meskipun beberapa maksim diwujudkan melalui strategi kontras pengalaman.
Copyrights © 2025