Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk pragmatisme kekuasaan dalam tindak tutur guru ketika berinteraksi dengan siswa selama proses pembelajaran di SMK-SMAK Makassar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan sumber data berupa seorang guru bahasa Indonesia dan siswa pada kelas yang diamati. Data penelitian diperoleh melalui observasi langsung, perekaman interaksi di kelas, serta dokumentasi yang berkaitan dengan proses pembelajaran. Analisis data dilakukan berdasarkan teori tindak tutur Searle serta konsep kekuasaan yang dikemukakan oleh French dan Raven. Hasil penelitian menunjukkan adanya representasi kekuasaan legitimate, expert, dan reward yang muncul melalui tindak tutur representatif, direktif, komisif, dan ekspresif. Temuan tersebut menunjukkan bahwa bahasa yang digunakan guru tidak hanya berfungsi untuk menyampaikan materi pelajaran, tetapi juga menjadi instrumen dalam membangun, mempertahankan, dan menegosiasikan kekuasaan dalam interaksi pembelajaran di kelas.
Copyrights © 2025