Tingginya ketergantungan pada pakan komersial yang mahal dan lemahnya rantai pemasaran menjadi permasalahan utama yang dihadapi peternak unggas di Desa Aimasi, Manokwari. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi produksi ternak melalui inovasi pakan pelet berbahan lokal yang difortifikasi dengan ubi jalar (Ipomoea batatas) serta pengenalan teknologi digital. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) melalui lima tahapan: sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, dan keberlanjutan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa mitra berhasil memproduksi pakan pelet bernama "Nutriaima-V17" yang berkualitas, menguasai operasional alat produksi, dan mampu menggunakan aplikasi feed calculator untuk formulasi pakan. Terjadi peningkatan kapasitas teknis, digital, dan kewirausahaan mitra. Program ini berhasil menciptakan kemandirian pakan, menekan biaya produksi, dan membuka peluang usaha baru. Keberlanjutan program melalui pembentukan kelompok usaha mandiri dan rencana pengembangan pemasaran digital. Pendekatan partisipatif yang mengintegrasikan inovasi berbasis lokal dan teknologi digital efektif dalam memberdayakan peternak dan mendukung ketahanan pangan wilayah.
Copyrights © 2025