Penelitian ini mengkaji dampak dari ketidakhadiran sosok ayah (fatherless) terhadap perkembangan psikologis dan sosial anak perempuan. Dalam konteks ini, "fatherless" merujuk pada kondisi di mana seorang anak perempuan tumbuh tanpa kehadiran figur ayah dalam kehidupan sehari-harinya, baik karena perceraian, perpisahan, atau kematian. Berdasarkan kajian literatur dan analisis studi kasus, penelitian ini menemukan bahwa ketidakhadiran ayah dapat memengaruhi berbagai aspek kehidupan anak perempuan, termasuk perkembangan emosional, identitas diri, dan hubungan interpersonal. Anak perempuan yang tumbuh dalam keluarga tanpa sosok ayah cenderung mengalami tingkat kecemasan, depresi, krisis kepercayaan, dan rendahnya harga diri yang lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang dibesarkan dalam keluarga utuh. Selain itu, hubungan dengan lawan jenis dan kecenderungan perilaku seksual yang berisiko juga lebih sering terjadi pada anak perempuan dalam kondisi fatherless. Penelitian ini juga menyoroti peran ibu dalam mengurangi dampak negatif tersebut, dengan menunjukkan bahwa kehadiran figur ibu yang positif dan mendukung dapat membantu anak perempuan mengatasi tantangan psikososial yang muncul akibat ketidakhadiran ayah. Temuan ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi para pendidik, pembuat kebijakan, dan keluarga untuk mengembangkan strategi intervensi yang efektif dalam mendukung perkembangan anak perempuan dalam situasi fatherless.
Copyrights © 2025