cover
Contact Name
Reyhan Ainun Yafi
Contact Email
reyainunyafi@gmail.com
Phone
+6287773666282
Journal Mail Official
nagripustaka@gmail.com
Editorial Address
Jl. Padat Karya Komplek Green Rich Residence Blok A 32, RT 004 RW 015, Kelurahan Saigon, Kec. Pontianak Timur, Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat, 78132
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Nagri Pustaka: Jurnal Pendidikan, Ilmu Sejarah, dan Budaya
ISSN : -     EISSN : 30320151     DOI : 10.62238
Education Covers social education studies such as history, geography, sociology, civic education, economics and those related to character education. History History is the study of past events that support the development of nationalism and the formation of national character. Its main focus is on the social, economic, political and cultural aspects of Indonesia and other related regions. This study is also used to foster a sense of nationalism. Culture Culture encompasses studies in anthropology, geography and ancient texts, relating to cultural change, local wisdom, oral traditions, symbols, knowledge, crafts, religion and cultural diversity. These studies are important for understanding and maintaining the identity and cultural heritage of a society.
Articles 30 Documents
SEJARAH KEBERHASILAN ASIAN GAMES IV PADA MASA DEMOKRASI TERPIMPIN TAHUN 1962 Ardian Fahri
Nagri Pustaka: Jurnal Pendidikan, Ilmu Sejarah, dan Budaya Vol. 1 No. 1 (2023): Nagri Pustaka: Jurnal Pendidikan, Ilmu Sejarah, dan Budaya (June)
Publisher : CV. Yazri Aksara Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62238/nagripustaka.v1i1.23

Abstract

Penelitian ini menggunakan Metode Penelitian Historis melalui langkah-lakngkah yaitu Heuristik, Kritik, Interpretasi, dan Historiografi . Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui dan memahami sejarah keberhasilan Asian Games IV Tahun 1962 pada masa Demokrasi Terpimpin. Simpulan dari penelitian ini adalah Demokrasi Terpimpin diawali dengan Keputusan Presiden RI No.150 Tahun 1959 yang disebut juga sebagai Dekrit Presiden 5 Juli 1959.Kemunculan Dekrit Presiden 5 Juli 1959. Pada pemerintahan Demokrasi Terpimpin telah memperoleh keberhasilan dengan susksesnya Asian Games yang ke –IV pada tahun 1962 yang dimulai sejak 24 Mei hingga 1 Juni 1958. Beberapa implementasi kebijakan pemerintah masa Demokrasi Terpimpin tahun 1962 dalam keberhasilan Asian Games IV yaitu Kebijakan Penyediaan Fasilitas, Kebijakan Pemenuhan Dana Pelaksanaan, Kebijakan yang berkaitan dengan pelaksanaan acara Asian Games. Dampak penyelengaraan Asian Games 1962 sangatlah besar bagi bangsa Indonesia diantaranya adalah Peningkatan Kerjasama dan Relasi Internasional, Eksistensi Indonesia Semakin Meningkat dan Pertumbuhan Olahraga Nasional. Melalui Asian Games tersebut, telah menjadi sebuah tolak ukur baru bangsa Indonesia dalam bidang olahraga Indonesia, dengan perolehan kesusksesan ganda yakni sukses sebagai penyelenggara dan sukses dari prestasi.
KONDISI SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT SULAWESI SELATAN PADA MASA GERAKAN ABDUL QAHAR MUDZAKKAR Pradata Ardi Saputro
Nagri Pustaka: Jurnal Pendidikan, Ilmu Sejarah, dan Budaya Vol. 1 No. 1 (2023): Nagri Pustaka: Jurnal Pendidikan, Ilmu Sejarah, dan Budaya (June)
Publisher : CV. Yazri Aksara Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62238/nagripustaka.v1i1.24

Abstract

Sulawesi Selatan memiliki peranan tersendiri dalam sejarah nasional Indonesia. Dapat kita ketahui bahwa kerajaan Gowa merupakan kerajaan besar yang terdapat di Sulawesi Selatan yang meiliki pelabuhan serta armada laut yang kuat. Abdul Qahhar Mudzakkar sebagai tokoh dari Makassar mempunyai pasukan yakni komando pasukan seberang yang berhasil mempersatukan kelompok-kelompok gerilya di Sulawesi Selatan bertujuan untuk melawan Belanda yang rencananya akan menguasai kembali wilayah Sulawesi. Selanjutnya para pejuang yang tergabung dalam kelompok KGSS pimpinan Abdul Qahhar Mudzakkar menuntut agar seluruh pasukan dapat diterima tanpa syarat masuk menjadi anggota Angkatan Perang Republik Indonesia. Akan tetapi, permintaan ini tidak disetujuai oleh pemeritah Indonesia. Konflik ini berkembang menjadi lebih besar saat gerakan ini berubah menjadi gerakan DI/TII Sulawesi Selatan. Abdul Qahhar Mudzakkar mendeklarasikan gerakan ini merupakan bagian dari gerakan DI/TII Kartosuwiryo. Hal ini menunjukkan perubahan ideologi yang semula Pancasila menjadi ideologi Islam. Islam menjadi landasan utama dari gerakan DI/TII Sulawesi Selatan. Gerakan Abdul Qahhar Mudzakkar memang telah menimbulkan keadaan tidak kondusif di Sulawesi Selatan. Berbagai lini kehidupan menjadi terkena dampak pada pemberontakan ini. Kehidupan social dan ekonomi masyarakat pun menerima dampaknya. Wilayah lain sudah bisa berkembang secara ekonomi, Sulawesi Selatan masyarakatnya masih disibukkan dengan gerakan pemberontakan Abdul Qahhar Mudzakkar. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan studi dokumen yang relevan. Penelitian ini menggunaan empat tahap yakni pengumpulan sumber, kritik sumber, menarik kesimpulan, dan penulisan hasil penelitian. Hasil dari penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui proses lahirnya gerakan Abdul Qahhar Mudzakkar, (2) Untuk mengetahui upaya penyelesaian gerakan Abdul Qahhar Mudzakkar oleh pemerintah Republik Indonesia, (3) Untuk mengetahui kondisi sosial ekonomi masyarakat Sulawesi Selatan pada masa gerakan Abdul Qahhar Mudzakkar.
ANALISIS NILAI KARAKTER DALAM SEJARAH WAYANG BEBER WONOSARI, KABUPATEN GUNUNG KIDUL, PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Finna Wijayanti
Nagri Pustaka: Jurnal Pendidikan, Ilmu Sejarah, dan Budaya Vol. 1 No. 1 (2023): Nagri Pustaka: Jurnal Pendidikan, Ilmu Sejarah, dan Budaya (June)
Publisher : CV. Yazri Aksara Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62238/nagripustaka.v1i1.25

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji nilai karakter dalam sejarah Wayang Beber Wonosari. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan jenis kajian pustaka yang menggali serta menganalisis data berupa literatur, dokumen, buku, majalah, serta kisah sejarah yang memiliki relevansi dengan topik kajian. Analisis data dilakukan melalui analisis isi secara mendalam dan interpretasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa (1) analisis nilai karakter dalam sejarah Wayang Beber Wonosari meliputi nilai karakter kejujuran, tanggung jawab, religius, dan disiplin, (2) nilai kejujuran dan tanggung jawab muncul dari pertunjukan Wayang Beber Wonosari yang digunakan untuk hal-hal yang berhubungan dengan pertanian dan tanaman sebagai wujud pengingat bagi masyarakat dalam menjaga alam untuk keselamatan hidup, nilai religius terlihat dari Wayang Beber Wonosari sebagai pertunjukan yang digunakan untuk peringatan suatu peristiwa penting dalam kehidupan manusia sebagai bentuk rasa syukur atas karunia Tuhan Yang Maha Esa, nilai disiplin terlihat dalam pertunjukan wayang untuk ngluwari ujar, kaul, dan syukuran. Sebagai ngluwari ujar adalah Wayang Beber dipagelarkan untuk menepati janji yang telah diucapkan sebelumnya, (3) analisis nilai karakter dalam Sejarah Wayang Beber Wonosari dapat dijadikan sebagai rujukan dalam proses transfer nilai kepada masyarakat melalui budaya yang tumbuh dikalangan masyarakat itu sendiri.
KAPITALISME SEMU DAN BISNIS MILITER MASA ORDE BARU Cornelius Bayu Astana
Nagri Pustaka: Jurnal Pendidikan, Ilmu Sejarah, dan Budaya Vol. 1 No. 1 (2023): Nagri Pustaka: Jurnal Pendidikan, Ilmu Sejarah, dan Budaya (June)
Publisher : CV. Yazri Aksara Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62238/nagripustaka.v1i1.26

Abstract

Kajian ini menggunakan metode historis dengan model studi pustaka dengan mempelajari buku dan terbitan lama mengenai bisnis militer dan kapitalisme semu yang berkembang di Indonesia sebagai dampaknya. Bisnis militer yang terjadi di Indonesia disebabkan oleh penerapan dwifungsi ABRI pada masa Orde Baru. Dwifungsi ABRI memberikan anggota militer untuk dapat menduduki jabatan-jabatan sipil di pemerintahan. Keleluasaan akses pada jabatan dan kebijakan publik serta kekuatan pasukan yang dimiliki membuat militer Indonesia dapat membangun bisnisnya. Fakta tersebut juga didukung dengan penegakan hukum yang kurang berjalan sehingga kerap terjadi penyalahgunaan wewenang. Kerjasama antara pihak militer dan pengusaha yang dekat dengan keluarga Cendana membuat Indonesia memasuki pola kapitalisme. Namun demikian kapitalisme yang tumbuh adalah kapitalisme semu karena tidak tumbuh secara organik dari sistem pasar bebas. Akibatnya jalannya perekonomian tidak menarik Indonesia pada kemajuan dan mudah tumbang dengan adanya krisis keuangan.
KEBIJAKAN POLITIK LUAR NEGERI KONFRONTATIF INDONESIA MASA DEMOKRASI TERPIMPIN Metrahultikultura; Reyhan Ainun Yafi
Nagri Pustaka: Jurnal Pendidikan, Ilmu Sejarah, dan Budaya Vol. 1 No. 1 (2023): Nagri Pustaka: Jurnal Pendidikan, Ilmu Sejarah, dan Budaya (June)
Publisher : CV. Yazri Aksara Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62238/nagripustaka.v1i1.27

Abstract

Penelitian ini mengkaji kebijakan politik luar negeri Indonesia masa Demokrasi Terpimpin. Kebijakan politik luar negeri Indonesia saat itu bersifat konfrontatif. Artikel ini bertujuan menganalisis apakah kebijakan politik luar negeri Indonesia pada masa Demokrasi Terpimpin merupakan faktor penggunaan power dalam melakukan hubungan Internasional. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah library research dengan pendekatan realisme. Sumber data yang digunakan berupa buku teori realism dalam hubungan Internasional, dokumen departemen luar negeri Indonesia dan artikel serta jurnal terkait kebijakan politik luar negeri Indonesia pada masa Demokrasi Terpimpin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa arah politik luar negeri Indonesia adalah politik bebas aktif. Kebijakan-kebijakan yang dilakukan bersifat konfrontatif dan konflik tidak dapat dihindarkan. Tindakan yang dilakukan Indonesia menimbulkan ketersediaanya untuk membentuk aliansi seperti gerakan non-blok maupun nefos dengan tujuan melawan imperialism dan kolonialisme. Meskipun demikian, Indonesia semakin dikucilkan dari hubungan Internasional apalagi ketika memutuskan keluar dari keanggotaan Perserikatan Bangsa-Bangsa.
BENTUK REVITALISASI JEPIN CANGKAH PEDANG SEBAGAI WARISAN MELAYU KOTA PONTIANAK Alpi Wahyu Tiningsih
Nagri Pustaka: Jurnal Pendidikan, Ilmu Sejarah, dan Budaya Vol. 1 No. 2 (2023): Nagri Pustaka: Jurnal Pendidikan, Ilmu Sejarah, dan Budaya (December)
Publisher : CV. Yazri Aksara Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62238/nagripustaka.v1i2.28

Abstract

Jepin Cangkah Pedang merupakan salah satu tradisi masyarakat Melayu yang ada di Pontianak. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bentuk dari revitalisasi Jepin Cangkah pedang sebagai warisan Melayu Kota Pontianak. Penelitian dengan metode penelitian deskriptif kualitatif, pengumpulan data dilakukan menggunakan metode wawancara dan observasi, data yang diperoleh berupa data sekunder dan primer. Hasil penelitian menunjukan bahwa tradisi Jepin Cangkah Pedang sebagai buadaya Masyarakat Melayu Pontianak memiliki bentuk revitalisasi berupa penuangan seni Jepin Cangkah Pedang melalui program studi Seni Pertunjukkan, dalam hal mengajarkan kembali bentuk tarian yang lebih inovasi tanpa melupakan ciri khas tradisi dengan pemberdayaan mahasiswa/i FKIP Untan. Bentuk Revitalisasi budaya Jepin Cangkah Pedang sebagai warisan budaya yang hampir dilupakan kembali terangkat adanya peran akademisi dan mahasiswa serta pemerintah diharapkan mampu untuk mempertahankan tradisi budaya Jepin Cangkah Pedang yang ada di Kota Pontianak.
TUAK DALAM SEJARAH KEHIDUPAN SEHARI-HARI MASYARAKAT BALIGE, SUMATERA UTARA TAHUN 1997-1998 Frido Paulus Simbolon
Nagri Pustaka: Jurnal Pendidikan, Ilmu Sejarah, dan Budaya Vol. 1 No. 2 (2023): Nagri Pustaka: Jurnal Pendidikan, Ilmu Sejarah, dan Budaya (December)
Publisher : CV. Yazri Aksara Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62238/nagripustaka.v1i2.29

Abstract

Tuak merupakan salah satu jenis minuman beralkohol tradisional yang ada di Indonesia selain arak. Kita dapat menjumpai tuak di dibeberapa wilayah di Indonesia, termasuk Sumatera Utara, yang di dalamnya terdapat etnis Batak. Seakan-akan, tuak tidak dapat lepas dalam masyarakat Batak. Tuak sudah melekat pada masyarakat Batak, sehingga dalam masyarakat Batak, tuak dianggap sebagai bagian dari tradisi kebudayaannya. Dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Batak, kita dapat menjumpai tuak di mana saja dan kapan saja, termasuk dalam acara adat ataupun dalam acara keagamaan, khususnya Agama Nasrani. Biasanya tuak diperjual belikan di sebuah kedai yang disebut dengan lapo. Dalam artikel ini, pokok permasalahan yang akan dikaji adalah tuak dan lapo (kedai) sebagai ruang interaksi masyarakat pada periode 1997-1998.. Dengan pokok permasalahan tersebut, terdapat pertanyaan yakni sejauh mana pengaruh krisis moneter terhadap kebiasaan meminum tuak di lapo. Sehingga dengan menjawab pertanyaan tersebut, artikel ini bertujuan untuk melihat bagaimana lapo dan tuak berperan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Batak, khususnya di Balige pada tahun 1997 hingga 1998, yang mana pada tahun tersebut, Indonesia berada dalam kondisi krisis moneter.
GERWANI DALAM SEJARAH PERPOLITIKAN INDONESIA TAHUN 1950-1980 Salsabila Nur Khasanah; Fadli
Nagri Pustaka: Jurnal Pendidikan, Ilmu Sejarah, dan Budaya Vol. 1 No. 2 (2023): Nagri Pustaka: Jurnal Pendidikan, Ilmu Sejarah, dan Budaya (December)
Publisher : CV. Yazri Aksara Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62238/nagripustaka.v1i2.30

Abstract

Perempuan memiliki peran besar dalam sejarah pergerakan Indonesia. Tidak hanya berfokus pada perjuangan hak, tetapi juga dalam bidang lainnya. Seperti Gerwani yang aktif dalam perpolitikan. Dengan anggotanya, membuat Gerwani ingin memperjuangkan para perempuan dari kelas bawah. Awal tahun 1960-an Gerwani semakin condong ke “kiri” dan sering bersinggungan dengan PKI. Hingga dalam peristiwa G30S 1965 berbagai tuduhan dilancarkan kepada Gerwani yang memiliki andil dalam pembunuhan para jenderal. Mereka diburu, ditahan, dan diasingkan. Tidak jarang para tahanan politik tersebut mendapatkan perlakuan yang tidak pantas. Pada penelitian ini ingin mendalami peran Gerwani dalam perpolitikan, hubungan Gerwani dengan PKI, isu Gerwani dalam peristiwa G30S, dan Gerwani setelah peristiwa G30S. Dalam penelitian ini digunakan metode sejarah, yaitu heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Kesimpulan yang diperoleh adalah memahami perpolitikan Gerwani, hubungannya dengan peristiwa G30S, dan kondisi pasca peristiwa G30S.
STUDI KOMPARATIF POSISI MATA PELAJARAN SEJARAH DALAM KURIKULUM 2006 DAN KURIKULUM 2013 JENJANG SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA) Reyhan Ainun Yafi; Zulkarnain
Nagri Pustaka: Jurnal Pendidikan, Ilmu Sejarah, dan Budaya Vol. 1 No. 2 (2023): Nagri Pustaka: Jurnal Pendidikan, Ilmu Sejarah, dan Budaya (December)
Publisher : CV. Yazri Aksara Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62238/nagripustaka.v1i2.31

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang posisi mata pelajaran sejarah dalam pelaksanaan kurikulum 2006 dan kurikulum 2013 pada jenjang SMA. Metode yang digunakan studi literature dengan model komparatif. Sumber yang digunakan dalam penelitian ini dari berbagai literature seperti buku, jurnal, artikel dan publikasi resmi terkait pelaksanaan kurikulum 2006 dan kurikulum 2013. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan posisi mata pelajaran sejarah pada kurikulum 2006 dan kurikulum 2013. Mulai dari alokasi waktu jam pelajaran yang sedikit di kurikulum 2006 dibandingkan kurikulum 2013 yang melimpah, materi yang disampaikan, hingga tujuan adanya mata pelajaran sejarah di kurikulum 2006 dan kurikulum 2013. Meskipun demikian, kurikulum 2006 dan kurikulum 2013 memiliki kelemahan yang masing-masing menjadi alasan tergantinya kedua kurikulum tersebut.
PELABUHAN CILACAP PADA MASA PEMERINTAHAN HINDIA BELANDA TAHUN 1930-1942 Dewi Cahya
Nagri Pustaka: Jurnal Pendidikan, Ilmu Sejarah, dan Budaya Vol. 1 No. 2 (2023): Nagri Pustaka: Jurnal Pendidikan, Ilmu Sejarah, dan Budaya (December)
Publisher : CV. Yazri Aksara Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62238/nagripustaka.v1i2.32

Abstract

Penelitian ini mengkaji peran Pelabuhan Cilacap sebagai medium ekspor komoditas pertanian dan perdagangan dalam konteks politik kolonial Hindia Belanda di wilayah Banyumas. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode historis, artikel ini melakukan analisis terhadap perkembangan Pelabuhan Cilacap dari masa ke masa, serta konsekuensi ekonomi dan politiknya bagi wilayah tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pelabuhan Cilacap memiliki peran strategis dalam pengiriman produk pertanian hasil tanam paksa, seperti kopi, nila, gula, dan kayu manis, ke pasar internasional, terutama Eropa. Pembangunan pelabuhan ini menjadi fokus utama pemerintah kolonial Hindia Belanda dalam upaya meningkatkan efisiensi transportasi dan perekonomian wilayah Banyumas. Selain itu, pelabuhan ini juga dijadikan pos pertahanan penting dalam konteks politik kolonial. Dengan memanfaatkan sungai sebagai jalur transportasi utama, Pelabuhan Cilacap menjadi pusat kegiatan perdagangan dan ekspor-import, yang secara signifikan meningkatkan pertumbuhan ekonomi lokal. Pembangunan infrastruktur, seperti kanal Sungai Serayu, menjadi langkah strategis dalam menghubungkan pelabuhan dengan daerah perkebunan di pedalaman Banyumas.

Page 1 of 3 | Total Record : 30