Penelitian ini mengkaji tantangan yang dihadapi oleh siswa kelas lima di Sekolah Dasar Negeri 164 Pekanbaru dalam menyelesaikan soal pecahan, dengan penekanan pada kesalahan akurasi dan kesulitan pemahaman dalam pembagian. Pecahan merupakan topik penting dalam pendidikan matematika, namun siswa sering mengalami kesulitan baik dalam aspek prosedural maupun konseptual, yang diperparah oleh faktor-faktor seperti kurangnya motivasi dan metode pengajaran yang terbatas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kesalahan akurasi umum dalam perhitungan pecahan dan menyelidiki hambatan konseptual spesifik dalam pembagian. Dengan menerapkan observasi partisipatif dan tes diagnostik yang melibatkan 10 soal pecahan, data diperoleh dari 34 siswa dan diverifikasi melalui wawancara. Hasil penelitian menunjukkan skor rata-rata 72,35, dengan 73,53% siswa mencapai skor tinggi (80), meskipun terdapat kesulitan signifikan dalam perkalian dan pembagian akibat kesalahan penyederhanaan dan kurangnya pemahaman tentang invers. Implikasi penelitian ini mencakup rekomendasi penggunaan alat bantu visual, latihan bertahap, dan integrasi teknologi untuk meningkatkan pengajaran pecahan di tingkat sekolah dasar.
Copyrights © 2025