Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peran guru TPQ dalam mengatasi hambatan membaca dan menulis huruf hijaiyah pada anak usia dini di TK Muslimat NU 200 Kureksari. Sebanyak 12 anak usia 5–6 tahun, satu guru TPQ, dan kepala sekolah dilibatkan sebagai subjek penelitian. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, serta dokumentasi, kemudian dianalisis melalui proses reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian mengungkap bahwa anak mengalami beberapa kesulitan utama, yaitu hambatan membedakan huruf yang memiliki bentuk serupa, kesalahan makhraj, koordinasi motorik halus yang belum optimal, rendahnya konsentrasi, serta kurangnya stimulus belajar dari lingkungan keluarga. Untuk mengatasi masalah tersebut, guru menjalankan empat peran strategis: sebagai fasilitator dengan menyediakan media multisensori; sebagai pembimbing teknis melalui demonstrasi pelafalan dan latihan menulis bertahap; sebagai motivator melalui penguatan positif dan model emosi yang stabil; serta sebagai role model dalam sikap, intonasi tilawah, dan kerapian tulisan.
Copyrights © 2025