Latar Belakang: Stunting masih menjadi masalah gizi dan menjadi tantangan besar di Indonesian terutama pada anak-anak, yang secara global mempengaruhi sekitar 162 juta anak di bawah usia 5 tahun dan keadaan ini terjadi pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).Tujuan: untuk mengeksplorasi potensi bayam (Spinacia oleracea) dan kelabat (Trigonella foenum-graecum) ini sebagai laktagogum sebagai pencegahan stunting.Metode: Penelitian eksperimental dengan desain pretest-posttest with control group dilakukan pada 32 ibu menyusui. Kelompok perlakuan mendapat intervensi berupa 100 g nugget setiap hari selama 30 hari, sedangkan kelompok kontrol tidak mendapat intervensi. Parameter yang diukur meliputi volume ASI (ml/hari) Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test untuk kelompok perlakuan dan paired t-test untuk kelompok kontrol.Dari kedua kelompok tersebut dinilai pengukuran produksi ASI Hasil : Hasil olahan penelitian ini mengandung protein 8,64–8,72%, zat besi 13,37–15,40 mg/100g, dan saponin 2,49–3,92%. Terdapat peningkatan signifikan volume ASI pada kelompok perlakuan dari 515,7 ± 19,0 ml/hari menjadi 577,5 ± 79,7 ml/hari (p=0,000), sedangkan pada kelompok kontrol tidak signifikan (p=0,906).Kesimpulan : Pemberian olahan nugget tempe-bayam-biji kelabat secara signifikan meningkatkan volume ASI dan memperbaiki status gizi bayi. Produk ini berpotensi digunakan sebagai pangan fungsional dalam program peningkatan gizi ibu menyusui dan pencegahan stunting. Kata Kunci: Asi, bayam, kelabat, nugget, stunting ABSTRACT Background: Stunting remains a nutritional problem and a major challenge in Indonesia, especially for children. Globally, it affects approximately 162 million children under 5 years of age, and this condition occurs during the First 1,000 Days of Life (HPK).Purpose: To explore the potential of spinach (Spinacia oleracea) and fenugreek (Trigonella foenum-graecum) as lactagogans for stunting prevention.Methods: An experimental study with a pretest-posttest design with a control group was conducted on 32 breastfeeding mothers. The treatment group received 100 g of nuggets daily for 30 days, while the control group received no intervention. The parameters measured included breast milk volume (ml/day). Data analysis used the Wilcoxon Signed Rank Test for the treatment group and the paired t-test for the control group. Breast milk production was assessed in both groups.Results: The nuggets contained 8.64–8.72% protein, 13.37–15.40 mg/100g iron, and 2.49–3.92% saponin. There was a significant increase in breast milk volume in the treatment group from 515.7 ± 19.0 ml/day to 577.5 ± 79.7 ml/day (p=0.000), while the increase was not significant in the control group (p=0.906).Conclusion: Providing tempeh-spinach-female nuggets significantly increased breast milk volume and improved infant nutritional status. This product has the potential to be used as a functional food in programs to improve the nutrition of breastfeeding mothers and prevent stunting.. Keywords: Breast milk, spinach, fenugreek, nuggets, stunting
Copyrights © 2025