Kenakalan remaja yang mencakup praktik judi online, pinjaman online ilegal (pinjol), dan seks bebas menjadi ancaman serius bagi perkembangan generasi muda dan ketahanan keluarga. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kepedulian remaja serta orang tua terhadap dampak negatif dari perilaku tersebut melalui pendekatan edukasi berbasis keluarga. Kegiatan dilaksanakan di RW 08, Dukuh Bometen, Desa Ngandong, Kecamatan Gantiwarno, Kabupaten Klaten. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, lokakarya, dan forum dialog antar generasi yang dirancang untuk mendorong partisipasi aktif masyarakat. Kegiatan ini diikuti oleh 30 partisipan, terdiri dari 14 remaja dan 16 orang tua. Hasil kegiatan dievaluasi menggunakan instrumen pretest dan posttest yang dianalisis dengan uji Wilcoxon Signed Ranks. Hasil analisis menunjukkan peningkatan yang signifikan pada aspek pemahaman dan kepedulian baik pada remaja (p = 0,001) maupun orang tua (p = 0,000 untuk pemahaman dan p = 0,001 untuk kepedulian). Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan edukatif yang melibatkan interaksi lintas generasi efektif dalam membangun kesadaran kolektif mengenai bahaya kenakalan remaja digital. Program ini merekomendasikan penguatan literasi keluarga sebagai strategi preventif jangka panjang dalam membentengi remaja dari pengaruh negatif lingkungan digital.
Copyrights © 2025