Kabupaten Kapuas di Provinsi Kalimantan Tengah masih menghadapi tantangan serius dalam menurunkan angka stunting pada balita, dengan prevalensi di beberapa wilayah yang melebihi ambang batas 20% menurut standar WHO. Masalah ini tidak hanya disebabkan oleh rendahnya asupan gizi, tetapi juga oleh faktor pola asuh, pengetahuan orang tua, dan keterbatasan akses pangan bergizi. Di sisi lain, potensi lokal berupa ikan gabus (Channa striata), yang kaya albumin dan nutrien penting, belum dimanfaatkan secara optimal sebagai sumber pangan fungsional. Untuk menjawab tantangan tersebut, dikembangkan program Gerakan GENTING (Gerakan Pemberdayaan Orang Tua Asuh dalam Produksi Olahan Ikan Gabus) yang bertujuan meningkatkan status gizi anak berisiko stunting sekaligus memberdayakan masyarakat. Berbeda dari pendekatan stunting konvensional, kegiatan ini mengintegrasikan edukasi gizi, pelatihan usaha, dan pemanfaatan pangan lokal secara simultan, yang belum banyak diterapkan di Kalimantan Tengah. Program ini melibatkan ibu PKK dan tokoh masyarakat melalui pelatihan pengolahan ikan gabus dan pendampingan konsumsi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan gizi sebesar 40% dan perubahan perilaku konsumsi, di mana 70% keluarga sasaran mengonsumsi olahan ikan gabus minimal tiga kali per minggu. Kegiatan ini tidak hanya memperbaiki status gizi anak, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru melalui pengembangan produk olahan ikan lokal. “GENTING” Movement as a Model of Foster Parent Empowerment and Utilization of Snakehead Fish in Kapuas Regency Abstract Kapuas Regency in Central Kalimantan still faces serious challenges in reducing stunting among children under five, with prevalence in several areas exceeding the 20% threshold set by WHO. This problem is not only caused by low nutritional intake but also by parenting patterns, limited nutritional knowledge, and restricted access to nutritious food. On the other hand, the local potential of snakehead fish (Channa striata), which is rich in albumin and essential nutrients, has not been optimally utilized as a functional food source. To address this challenge, the GENTING Movement (Empowerment of Foster Parents in Snakehead Fish Processing) was developed to improve the nutritional status of children at risk of stunting while empowering the community. Unlike conventional stunting interventions, this program integrates nutrition education, entrepreneurship training, and the utilization of local food simultaneously an approach rarely applied in Central Kalimantan. The program involved women’s groups (PKK) and community leaders through training in snakehead fish processing and consumption assistance. The results showed a 40% increase in nutritional knowledge and improved dietary behavior, with 70% of target families consuming snakehead-based products at least three times per week. This activity not only improved children’s nutritional status but also created new economic opportunities through local fish product development.
Copyrights © 2025