Glukosa darah merupakan salah satu parameter penting dalam deteksi dini dan pemantauan penyakit metabolik seperti diabetes mellitus. Pemantapan mutu laboratorium dengan serum kontrol diperlukan untuk menjamin validitas hasil pemeriksaan. Tahap pra-analitik seperti penanganan serum kontrol sangat mempengaruhi ketepatan hasil quality control. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui presisi dan akurasi serum kontrol (normal dan high) dengan dua teknik penanganan. Jenis penelitian observasional analitik dengan comparative study pada pengujian kadar glukosa darah pada dua level serum kontrol assayed yang dicairkan pada suhu ruang dan waterbath 37⁰C di Laboratorium Kimia Klinik Poltekkes Kemenkes Kalimantan Timur. Analisis dilakukan untuk menilai ketelitian dan akurasi. Pengujian didapatkan rata-rata kadar glukosa serum kontrol normal sebesar 98 mg/dl; KV 2,5, dan serum kontrol tinggi sebesar 272 mg/dl ; KV 2,11). Perlakuan pencairan serum kontrol beku, yaitu dengan diletakkan pada suhu ruang 23 – 26ºC dan waterbath (37ºC) diperoleh hasil analisis yaitu ketelitian (KV) berkisar antara 1,80 – 4,55%. Ketelitian pada kedua tingkat kontrol termasuk kategori baik. Tidak ditemukan perbedaan signifikan akurasi hasil antara kontrol normal dan tinggi pada dua teknik penanganan serum. Penggunaan dua level serum kontrol dalam pemeriksaan glukosa darah menjaga ketelitian dan ketepatan hasil laboratorium, serta teknik penanganan serum dengan suhu ruang ataupun waterbath dapat digunakan pada tahap pra-analitik.
Copyrights © 2025