Pelatihan non-tahapan di lembaga pengawas pemilu perlu ditransformasi menjadi strategi pembelajaran yang adaptif, partisipatif, dan kontekstual untuk memperkuat kapasitas pengawasan berbasis masyarakat. Penelitian ini menganalisis model Cangkrukan Demokrasi Bawaslu Provinsi Jawa Timur sebagai inovasi manajemen pelatihan non-tahapan dalam capacity building pengawasan partisipatif. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi partisipatif, studi literatur, dan analisis dokumentasi program, penelitian ini mengungkapkan bahwa Cangkrukan Demokrasi berhasil mengintegrasikan fleksibilitas desain pembelajaran responsif, aksesibilitas daring lintas wilayah, pembelajaran berbasis pengalaman peer-to-peer, dan nilai-nilai kearifan lokal Jawa dalam kerangka andragogi modern. Temuan menunjukkan peningkatan signifikan dalam partisipasi aktif peserta (40% per sesi), penguatan pemahaman pengawasan partisipatif, dan peningkatan self-efficacy aparatur di tingkat lokal. Model Cangkrukan Demokrasi terbukti efektif sebagai strategi capacity building berkelanjutan yang dapat direplikasi oleh lembaga pengawas pemilu dan organisasi publik lainnya di Indonesia untuk mengembangkan pembelajaran yang demokratis, kontekstual, dan berorientasi pada pemberdayaan masyarakat.
Copyrights © 2025