Motivasi mengajar merupakan faktor penting yang menentukan kualitas proses pembelajaran di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Sertifikasi guru dipandang sebagai salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan kompetensi dan motivasi kerja pendidik, namun efektivitasnya masih perlu dikaji lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan motivasi mengajar guru PAUD bersertifikasi dan nonbersertifikasi di Kecamatan Ujung Berung, Bandung. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif komparatif dengan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian terdiri atas 60 guru PAUD yang dipilih melalui teknik purposive sampling, masing-masing 30 guru bersertifikasi dan 30 guru nonbersertifikasi. Instrumen penelitian berupa kuesioner skala Likert yang mencakup aspek motivasi intrinsik dan ekstrinsik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum motivasi mengajar guru PAUD berada pada kategori tinggi, namun terdapat perbedaan signifikan antara guru bersertifikasi dan nonbersertifikasi. Guru bersertifikasi cenderung memiliki motivasi ekstrinsik lebih tinggi yang dipengaruhi oleh tunjangan profesi, sedangkan guru nonbersertifikasi lebih menonjol pada motivasi intrinsik berupa semangat pengabdian dan kepedulian terhadap perkembangan anak. Kesimpulannya, sertifikasi berkontribusi positif terhadap peningkatan motivasi mengajar, terutama pada aspek ekstrinsik, namun motivasi intrinsik tetap menjadi landasan utama bagi guru PAUD dalam menjalankan tugasnya.
Copyrights © 2025