Transformasi digital telah membuka peluang luas bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kuliner lokal yang dikelola oleh perempuan, terutama melalui pemanfaatan media sosial sebagai sarana pemasaran, komunikasi pelanggan, dan perluasan pasar. Namun, kesenjangan keterampilan digital tingkat lanjut masih menjadi tantangan bagi sebagian pelaku usaha dalam mengoptimalkan teknologi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pemanfaatan media sosial, bentuk transformasi digital dalam proses bisnis, serta dampaknya terhadap kemandirian dan pemberdayaan ekonomi perempuan UMKM kuliner lokal. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, penelitian ini melibatkan observasi, dokumentasi, dan wawancara mendalam dengan perempuan pelaku UMKM kuliner di Kecamatan Manggala. Hasil penelitian menunjukkan bahwa platform seperti WhatsApp, Facebook, dan Instagram secara signifikan meningkatkan jangkauan pasar, efisiensi operasional (seperti pencatatan pesanan dan pengiriman), serta stabilitas pendapatan usaha. Transformasi digital secara nyata memperkuat kemandirian ekonomi perempuan melalui kemampuan mengelola usaha secara mandiri, mengambil keputusan finansial, dan mengatur waktu dengan lebih fleksibel. Lebih lanjut, digitalisasi mendorong pemberdayaan perempuan dengan meningkatkan kepercayaan diri, partisipasi dalam aktivitas ekonomi, dan kemampuan untuk berinovasi dan mengambil keputusan strategis tanpa ketergantungan. Meskipun literasi digital dasar sudah cukup dikuasai, peningkatan kapasitas teknis lanjutan (seperti pembuatan konten profesional dan pemanfaatan insight media sosial) diperlukan untuk mengoptimalkan potensi teknologi secara maksimal. Secara keseluruhan, transformasi digital berperan penting dalam memperkuat keberlanjutan usaha dan meningkatkan kapasitas perempuan dalam sektor UMKM kuliner.
Copyrights © 2026