Penelitian ini membahas optimasi biaya dan waktu pelaksanaan proyek konstruksi menggunakan metode Time Cost Trade Off (TCTO) dengan studi kasus pada proyek penanganan Jalan Muara Sahung–Naga Rantai di Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu. Permasalahan utama dalam proyek konstruksi umumnya terkait pembengkakan biaya dan keterlambatan waktu, sehingga diperlukan strategi percepatan yang efektif. Salah satu alternatif percepatan yang dianalisis adalah penambahan jam kerja lembur serta penambahan tenaga kerja. Metode yang digunakan meliputi Kurva S, Rencana Anggaran Biaya (RAB), analisis jalur kritis, perhitungan crash cost, dan cost slope. Hasil penelitian menunjukkan bahwa percepatan melalui penambahan jam kerja lembur mampu mengurangi durasi proyek dari 165 hari menjadi 138 hari. Namun, total biaya pada kondisi normal sebesar Rp 1.273.853.587 meningkat menjadi Rp 2.523.858.831 setelah percepatan, sehingga terdapat selisih biaya Rp 1.270.005.244. Perhitungan menunjukkan Cost Slope sebesar –Rp 205.033.638 per hari percepatan. Sementara itu, percepatan melalui penambahan tenaga kerja menghasilkan total biaya kondisi normal Rp 1.273.853.587 yang justru menurun menjadi Rp 1.183.149.629, sehingga terjadi penghematan sebesar Rp 90.703.895, dengan Crash Slope Rp 14.758.348 per hari percepatan. Penghematan ini terutama disebabkan oleh penambahan tenaga kerja yang meningkatkan kecepatan penyelesaian aktivitas kritis. Secara keseluruhan, penerapan metode TCTO membantu manajemen proyek dalam menentukan alternatif percepatan yang paling efisien sesuai kondisi lapangan dan prioritas pengelolaan proyek.
Copyrights © 2026