Perempuan memiliki peran penting dalam pengembangan ekonomi melalui sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di kabupaten Takalar, Galesong. UMKM berfungsi strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, menyerap tenaga kerja, mendistribusikan hasil pembangunan, serta memperkuat ketahanan ekonomi di tingkat lokal. Data menunjukkan bahwa sekitar 65% UMKM dikelola oleh perempuan, yang turut berkontribusi dalam menstabilkan ekonomi keluarga, mengurangi tingkat kemiskinan, dan mendukung pembangunan yang berkelanjutan. Peran perempuan dalam UMKM terlihat pada empat aspek utama, yaitu penyediaan modal, produksi, distribusi, dan pemasaran. Kegiatan ini umumnya dilakukan dari rumah dan berada di sektor informal, seperti perdagangan, pengolahan makanan, dan kerajinan tangan. Meski memiliki potensi besar, perempuan pengusaha UMKM di Galesong menghadapi sejumlah kendala. Akses modal terbatas karena minimnya aset atau jaminan, sehingga usaha sulit berkembang. Beban ganda yang harus ditanggung dalam mengurus rumah tangga dan usaha menimbulkan tekanan fisik dan emosional. Keterbatasan dalam pengetahuan, kemampuan manajemen, dan teknologi juga membatasi pengelolaan usaha serta pemanfaatan pemasaran digital. Selain itu, stigma sosial, rendahnya kepercayaan diri, dan terbatasnya jaringan pasar lokal menghambat inovasi dan perkembangan usaha. Faktor infrastruktur yang belum memadai serta aturan yang kompleks juga menjadi tantangan tambahan. Hasil penelitian ini menekankan pentingnya strategi pemberdayaan yang menyeluruh, meliputi dukungan finansial, pelatihan manajemen dan literasi digital, perluasan akses pasar, serta kebijakan yang mendukung kesetaraan gender. Langkah tersebut esensial untuk memperkuat kontribusi perempuan terhadap perekonomian lokal dan mendorong pertumbuhan UMKM yang berkelanjutan di Kabupaten Takalar, Galesong.
Copyrights © 2025