Latar belakang: Program Minggu Literasi Bayan dilaksanakan untuk menjawab rendahnya integrasi budaya lokal dalam literasi sekolah dasar di Desa Bayan, Lombok Utara. Tujuan: kegiatan ini adalah meningkatkan keterampilan literasi dasar sekaligus memperkuat identitas budaya melalui cerita rakyat dan tradisi lokal. Metode: metode deskriptif kualitatif dengan observasi, wawancara, FGD, dan dokumentasi, dianalisis secara tematik. Hasil pre-test menunjukkan hanya 3 siswa (15%) berada pada kategori “Paham” membaca kalimat sederhana, sedangkan 2 siswa (10%) masih “Tidak Paham”. Setelah program, jumlah siswa “Paham” meningkat menjadi 7 (35%) dan kategori “Tidak Paham” menurun menjadi 0. Hasil: Wawancara guru menunjukkan siswa lebih percaya diri, antusias, dan aktif. Kebaruan penelitian ini adalah integrasi literasi budaya berbasis program Minggu Literasi yang belum pernah diteliti di Desa Bayan. Kesimpulan: program ini efektif meningkatkan literasi dasar sekaligus kesadaran budaya, sehingga perlu diintegrasikan dalam kurikulum sekolah dan dikembangkan dengan inovasi digital.
Copyrights © 2025