Latar Belakang: Stunting adalah malnutrisi kronis pada anak yang masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat. Stunting tidak hanya dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan fisik dan kognitif, namun juga lebih rentan mengalami karies gigi. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara stunting dan kejadian karies gigi pada anak stunting usia 0-3 tahun di kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Bahan dan Metode: Penelitian ini menggunakan desain potong lintang dengan data primer dari program JUWITA 1000 HARTA oleh Puskesmas Juwiring. Sebanyak 264 anak yang mengalami stunting menjadi subjek dengan teknik purposive sampling. Status karies gigi diperiksa menggunakan kamera intraoral. Analisis bivariat dilakukan dengan menggunakan uji chi-square. Hasil dan Pembahasan: Dari 248 anak yang memenuhi kriteria, proporsi karies gigi 75% pada anak dengan kondisi sangat pendek (severely stunted), dan 53,9% pada pendek (stunted). Hubungan antara status stunting dan kejadian karies gigi adalah signifikan (p 0,01) dengan OR= 1,39 (95% CI; 1,11–1,74). Selain itu, faktor-faktor status ekonomi keluarga, tingkat pendidikan orang tua, dan pola makan anak juga menunjukkan hubungan yang signifikan terhadap kejadian karies gigi (p 0,05). Kesimpulan: Terdapat hubungan antara stunting dengan kejadian karies pada anak penderita stunting usia 0-3 tahun di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Diperlukan program pencegahan stunting untuk mencegah terjadinya kejadian karies gigi pada anak secara tidak langsung.
Copyrights © 2025