Hadirnya perkembangan teknologi digital di kehidupan masyarakat menyebabkan perubahan secara fundamental terjadi. Perubahan tersebut dikenal dengan istilah era disrupsi yang bukan hanya membawa dampak positif saja, melainkan dampak negatif juga. Salah satu dampak negatifnya alah beredar berita hoax yang dapat menimbulkan suatu pertentangan. Untuk mengatasi dampak negatif yang dimaksudkan maka memerlukan suatu kemampuan, yaitu kemampuan nalar kritis. Kemampuan berpikir kritis yang dimiliki oleh seseorang seringkali berkaitan dengan minat baca. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengindetifikasi keterkaitan antara minat baca dengan nalar kritis. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data statistic deskriptif dan inferensial melalui regresi linear sederhana. Adapun populasi dalam penelitian ini adalah Mahasiswa Aktif Pendidikan Sosiologi, Universitas Pendidikan Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rhitung sebesar 4,015 > ttabel sebesar 1,984. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa minat baca dapat memengaruhi kemampuan nalar kritis seseorang mahasiswa.
Copyrights © 2025