Lagu Bayar! Bayar! Bayar! karya Sukatani merupakan ekspresi musikal yang menyuarakan kritik tajam terhadap praktik pungutan liar dan korupsi yang dianggap telah mengakar dalam institusi kepolisian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana lirik lagu tersebut membangun wacana perlawanan melalui perspektif teori Pierre Bourdieu, khususnya konsep habitus, modal, dan arena. Dengan menggunakan pendekatan analisis wacana kritis, studi ini mengungkap bahwa lirik lagu tidak hanya menampilkan keluhan individual, tetapi juga merepresentasikan pengalaman sosial kolektif yang dialami masyarakat ketika berhadapan dengan struktur kekuasaan yang timpang. Habitus masyarakat yang tertekan oleh relasi kuasa tercermin dalam ungkapan satir dan nada protes yang muncul dalam lagu. Sementara itu, modal simbolik dan budaya yang dimiliki Sukatani dimanfaatkan sebagai sarana untuk menantang dominasi aktor-aktor yang berada dalam arena kepolisian. Temuan penelitian menunjukkan bahwa musik, dalam konteks ini, berfungsi sebagai medium kritik sosial yang efektif dan mampu mendorong kesadaran kritis terhadap ketidakadilan struktural. Dengan demikian, lagu ini menjadi bentuk resistensi budaya yang mengungkapkan ketidaksetaraan ekonomi sekaligus memobilisasi solidaritas masyarakat terhadap perubahan sosial. Kata Kunci: Wacana, Korupsi, Pierre Bourdieu, Kritik Sosial
Copyrights © 2025