Minyak jelantah merupakan salah satu faktor yang menyebabkan pencemaran pada air dan tanah yang sering kali diabaikan oleh masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti kemungkinan penggunaan limbah minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi sebagai pilihan produk yang lebih ramah lingkungan. Metode yang dipakai adalah deskriptif kualitatif, yang dilakukan melalui observasi, wawancara semi terstruktur, dan pengumpulan dokumentasi dari para pedagang rumah makan dan pedagang kaki lima di Desa Medan Estate. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa: (1) pemahaman pedagang tentang bahaya dari pembuangan minyak jelantah masih sangat rendah. (2) banyak dari mereka yang belum menyadari bahwa minyak bekas bisa diolah menjadi produk dengan nilai ekonomi. Melalui metode pemurnian sederhana serta pencampuran dengan lilin dan minyak esensial, minyak jelantah berhasil diubah menjadi lilin aromaterapi yang memiliki aroma dan daya bakar yang baik. Inovasi ini berpotensi untuk mengurangi pencemaran lingkungan sekaligus meningkatkan nilai ekonomi bagi masyarakat di sekitar.
Copyrights © 2025