Autisme merupakan gangguan perkembangan otak yang ditandai dengan keterbatasan dalam interaksi sosial, komunikasi verbal dan non verbal, serta pola perilaku yang terbatas dan berulang. Salah satu tantangan utama yang dialami anak autisme adalah rendahnya tingkat konsentrasi, yang dapat menghambat proses pemahaman dalam proses pembelajaran dan aktivitas sehari-hari. Prevelensi autisme didunia menurut WHO 1 dari 100 anak di dunia, di Indonesia jumlah anak autisme sebanyak 2.407.000, di Jambi jumlah anak autisme meningkat 310 pada tahun 2023 meningkat menjadi 389 pada tahun 2024. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kemampuan konsentrasi pada remaja autisme di SLBN Prof. Dr. Sri Soedewi Masjchun Sofwan, S.H. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif dengan jumlah sampel 28 orang yang diambil dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan instrumen Digit Symbol Substitution Test (DSST). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar remaja autisme memiliki tingkat konsentrasi rendah 92,8%, dan 7,8% memiliki konsentrasi tinggi.
Copyrights © 2025