Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum optimalnya pelaksanaan supervisi klinis oleh kepala sekolah, akibat kendala seperti beban administratif, keterbatasan waktu, dan kesulitan membangun hubungan kolegial dengan guru. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kesulitan kepala sekolah dalam melaksanakan supervisi klinis di Sekolah Dasar Negeri Se-Kecamatan Kuranji, dengan fokus pada tiga tahapan utama, yaitu pertemuan awal, observasi mengajar, dan pertemuan balikan. Pendekatan penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik total sampling yang melibatkan seluruh kepala sekolah Sekolah Dasar Negeri Se-Kecamatan Kuranji, berjumlah 41 orang sebagai responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis menggunakan rumus rata-rata (mean). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan, kesulitan kepala sekolah dalam melaksanakan supervisi klinis di Sekolah Dasar Negeri Se-Kecamatan Kuranji berada pada kategori kurang sulit (skor rata-rata 1,78). Rincian skor rata-rata untuk setiap tahap adalah pertemuan awal (1,89), observasi mengajar (1,73), dan pertemuan balikan (1,71). Meskipun tergolong kurang sulit, ditemukan kesulitan spesifik dalam penyusunan instrumen observasi, penyesuaian waktu observasi, dan perencanaan tindak lanjut. Temuan ini mengindikasikan perlunya peningkatan kemampuan teknis kepala sekolah dalam pelaksanaan supervisi klinis.
Copyrights © 2025