Tanaman rambutan (Nephelium lappaceum L.) merupakan komoditas hortikultura tropis dengan nilai ekonomi tinggi yang tumbuh subur di wilayah tropis seperti Kebumen, Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh perbedaan tempat tumbuh (dataran tinggi dan dataran rendah) terhadap kandungan senyawa flavonoid pada daun rambutan menggunakan metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT). Sampel daun diambil dari dua lokasi berbeda, kemudian diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Hasil rendemen ekstrak menunjukkan nilai lebih tinggi pada daun dari dataran tinggi (14,38%) dibandingkan dataran rendah (10,42%). Analisis KLT dengan eluen kloroform:etil asetat (9:1) mendeteksi adanya flavonoid pada ekstrak daun dari dataran tinggi dengan nilai faktor retensi (Rf) 0,82, sedangkan pada ekstrak dari dataran rendah flavonoid tidak terdeteksi. Temuan ini mengindikasikan bahwa kondisi lingkungan seperti suhu, intensitas cahaya, dan ketinggian tempat tumbuh berperan penting dalam akumulasi metabolit sekunder, khususnya flavonoid. Kandungan flavonoid yang lebih tinggi pada daun rambutan dataran tinggi berpotensi meningkatkan nilai bioaktifnya sebagai bahan baku fitofarmaka dengan aktivitas antioksidan dan antibakteri. Penelitian ini mendukung pentingnya faktor geografis dalam pengembangan tanaman rambutan berkualitas bioaktif optimal.
Copyrights © 2025