Penelitian ini berjudul "Analisis Deskriptif Kebijakan Presiden Zaire dalam Penyelenggaraan Pertandingan Tinju Muhammad Ali dan George Foreman dari Perspektif Kebijakan Olahraga." Latar belakang penelitian ini adalah bahwa kebijakan olahraga di suatu negara tidak hanya dipahami sebagai kebijakan yang bertujuan untuk meningkatkan prestasi atletik. Namun, seiring berjalannya waktu, kebijakan olahraga juga telah berkembang menjadi instrumen strategis bagi negara dalam politik internasional, membangun identitas nasional, dan memasarkan branding negara atau nation branding. Rumusan masalah penelitian ini adalah untuk mengkaji bagaimana kebijakan Presiden Zaire dalam penyelenggaraan pertandingan tinju Muhammad Ali dan George Foreman dikaji dari perspektif Analisis Kebijakan Olahraga Deskriptif. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori kebijakan olahraga dan teori penyelenggaraan acara olahraga. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dengan tinjauan naratif, dengan pengumpulan data melalui tinjauan pustaka. Temuan penelitian ini adalah Zaire berupaya menciptakan stabilitas politik pascakolonial dan konflik. Presiden Mobutu sebagai pemimpin Zaire memandang peristiwa besar seperti pertarungan Ali Foreman sebagai instrumen untuk menunjukkan kepada dunia bahwa Zaire adalah negara yang kuat dan mampu menjadi tuan rumah acara internasional. Temuan penelitian selanjutnya adalah bahwa kebijakan olahraga penyelenggaraan pertandingan tinju antara Muhammad Ali dan George Foreman merupakan serangkaian keputusan dan tindakan yang dirumuskan oleh organisasi olahraga atau pemerintah Zaire saat itu untuk mengatur, mengembangkan, dan mengarahkan kegiatan olahraga sehingga tujuan tertentu, yang merupakan bagian dari strategi Mobutu untuk memperkuat legitimasi politiknya melalui ideologi Authenticite di negara tersebut, dapat tercapai secara efektif. Temuan selanjutnya dalam penelitian ini adalah Legitimasi Pemerintah yang dilakukan oleh Mobutu, yang dilakukan melalui intervensi pemerintahnya dalam melakukan pembangunan dan renovasi stadion dan tempat media internasional secara besar-besaran. Proses pembangunan ini dipercepat oleh dukungan politik Mobutu. Menurut Houllihan (1997) dan Green (2007), Mobutu memposisikan dirinya sebagai aktor yang berwibawa, menggunakan legitimasinya untuk memobilisasi sumber daya yang signifikan demi tujuan strategis Mobutu, yaitu mempromosikan pariwisata, menciptakan lapangan kerja, dan menarik investasi asing. Lebih lanjut, acara tersebut bertujuan untuk meningkatkan pariwisata dan memacu pertumbuhan ekonomi jangka pendek. Namun, menurut Weber (2016), dampak ekonomi dari acara tinju tersebut tidak sepenting yang diharapkan. Meskipun dampak ekonominya tidak sepenting yang diantisipasi, acara tersebut tetap menghasilkan beberapa perbaikan infrastruktur dan memberikan dampak simbolis terhadap perekonomian jangka panjang, terutama dalam hal visibilitas global negara tersebut.
Copyrights © 2025