Sistem drainase merupakan bagian penting dari prasarana perkeretaapian yang wajib memenuhi standar teknis untuk menjaga keselamatan dan kelancaran operasi. Lintas Stasiun Rejosari – Stasiun Tegineneng di Divre IV Tanjung Karang menghadapi permasalahan drainase yang tidak memadai sehingga menimbulkan risiko mud pumping yang mengganggu stabilitas jalur. Penelitian ini bertujuan menganalisis kondisi drainase eksisting, menghitung debit banjir rencana kala ulang 10 tahun, menguji permeabilitas tanah dasar, serta menyusun rekomendasi perbaikan. Metode penelitian meliputi survei lapangan, analisis hidrologi, analisis hidraulika, dan uji permeabilitas tanah. Hasil penelitian menunjukkan dari 53% area yang seharusnya memiliki drainase, hanya 19% berfungsi baik, sedangkan sisanya rusak atau tidak tersedia. Tanah dasar memiliki permeabilitas sangat rendah, yaitu 2,78 × 10⁻⁸ – 7,02 × 10⁻⁹ m/s, yang meningkatkan risiko genangan. Debit banjir rencana diperoleh sebesar 0,6637 m³/s. Rekomendasi perbaikan meliputi pembangunan U-Ditch 0,4 × 0,5 m, penggunaan geotekstil non-woven, dan pemeliharaan rutin. Dengan upaya ini, fungsi drainase diharapkan lebih optimal untuk mencegah mud pumping dan menjaga stabilitas jalur rel.
Copyrights © 2025