Pengelolaan kawasan wisata alam membutuhkan kesiapan sumber daya manusia dalam menghadapi kondisi darurat seperti hilangnya pengunjung, kecelakaan, dan bencana alam. Kegiatan pengabdian masyarakat di Kawasan Wisata Tanralili ini bertujuan meningkatkan kapasitas pengelola melalui pemanfaatan teknologi Geographic Information System (GIS) berbasis perangkat lunak dan keras. Metode yang digunakan meliputi On-site Training dan Studi Kasus dalam empat tahapan: (1) pendekatan kelompok untuk memetakan potensi dan kebutuhan pengelola wisata, (2) pengenalan teknologi GIS dalam penanganan darurat, (3) praktik penggunaan hardware dan software GIS, serta (4) evaluasi efektivitas kegiatan. Teknologi yang dimanfaatkan mencakup Google Earth Pro, SASPlanet, ArcGIS 10.8, Global Mapper, Agisoft, Avenza Maps, SW Maps, dan Google Find My Device untuk mendukung pemetaan, navigasi, dan pencarian pengunjung. Sementara itu, drone DJI Mavic Pro digunakan untuk pemantauan udara dan pencarian di medan sulit. Evaluasi dilakukan melalui tes pemahaman, observasi keterampilan, dan umpan balik peserta. Hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman konsep GIS dan keterampilan teknis pengelola, serta peningkatan kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat secara cepat, efektif, dan berbasis teknologi.
Copyrights © 2025