Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

RESPON SISWA DALAM PEMBELAJARAN ONLINE SELAMA PANDEMI Feri Padli; Rusdi Rusdi
Social Landscape Journal Vol 1, No 3 (2020): November
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (767.227 KB) | DOI: 10.56680/slj.v1i3.14508

Abstract

Pandemi Wabah Covid 19 mengubah sistem pebelajaran menjadi distance learning atau sistem full daring. Sehingga situasi ini mengharuskan semua pihak mulai dari tenaga pengajar (guru) dan siswa beradaptasi menggunakan berbagai sistem pembelajaran yang tersedia dan diminati. Selain fasilitas tanyangan televisi (TVRI) dan siaran radio (RRI) pemerintah untuk semua jenjang sekolah di Indonesia, ada juga beberapa alternatif yang tersedia seperti Google Classroom, Aplikasi Video Conference (google meet, zoom, skype, webex dan sejenisnya), WhatsApp Group (WA). Karena fasilitas dari pemerintah untuk dibeberapa daerah masih tekendala signal akses, maka guru dan siswa lebih memilih tiga aplikasi alternatif tersebut. Tetapi pada implementasinya tetap ada beberapa kendala dari siswa dan guru itu sendiri. Mulai dari ketersediaan fasilitas internet, kuota data dan kemampuan guru sendiri yang belum familiar dengan aplikasi. Sehingga respon siswa pada metode pembelajaran daring ini cukup beragam. Dari hasil analisis penelitian ini menggambarkan perilaku siswa dalam pembelajaran daring cukup baik karena alasan proses pembelajaran yang lebih flexible dan tidak menyita banyak waktu. Namun untuk saat ini, siswa tetap lebih memilih belajar di sekolah daripada distance learning karena alasan terkendal fasilitas dan biaya serta kurangnya interaksi kelas.
Persepsi Dan Respon Masyarakat Terhadap Budidaya Ulat Sutera Di Kabupatens Soppeng Rusdi Rusdi; Rosmini Maru; Syukri Nyompa; Rusman Rasyid; Arfandi Arfandi; Fatimah Basram
Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat SEMINAR NASIONAL 2021 : PROSIDING EDISI 4
Publisher : Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.351 KB)

Abstract

Abstrak. Kabupaten soppeng merupakan salah satu penghasil sutera terbaik di Sulawesi Selatan, namun seiring dengan perkembangan budidaya ulat sutera mengalami penurunan kualitas dan kuantitas. Untuk meningkatkan budidaya ulat sutera di masa yang akan datang perlu mengetahui persepsi dan respon masyarakat. Untuk menilai persepsi masyarakat dan respon terhadap budidaya ulat sutera, wawancara dan pengamatan mendalam dilakukan di daerah budidaya dan luar budidaya di Kabupaten Soppeng. Berdasarkan pengamatan lapangan awal, beberapa wilayah diidentifikasi sebagai pusat pengembangan ulat sutera yaitu di Kec Donri-Donri. Masyarakat di Kabupaten Soppeng khususnya di kecamatan Donri-donri mempersepsikan bahwa budidaya Ulat sutera masih memiliki nilai ekonomi yang tinggi dibandingkan usaha tani lainnya. Budidaya ulat sutera dijadikan sebagai mata pencaharian utama, sedangkan perkebunan dan peternakan sebagai mata pencaharian sampingan. Sistem kelembagaan terbagi menjadi dua yaitu petani berkelompok dan petani individu, begitu juga dengan sistem pemasaran yaitu pemasaran individu dan pemasaran kolektif. Kata kunci: budidaya ulat sutera, persepsi, respon masyarakat
Pelatihan Penulisan Karya Ilmiah Pada Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Kabupaten Barru Sopian Tamrin; Rusdi Rusdi; Sulmiah Sulmiah
Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat SEMINAR NASIONAL 2021 : PROSIDING EDISI 1
Publisher : Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.297 KB)

Abstract

Abstrak. Karya tulis ilmiah merupakan sarana guru untuk menuliskan gagasan yang ada dalam pikirannya, tulisan yang dihasilkan merupakan wujud intelektual diri dari seorang guru tersebut. Namun pada kenyataannya kemampuan guru dalam dalam menulis karya tulis ilmiah masih sangat terbatas, baik dari segi pengembangan ide maupun waktu. Selain itu kurangnya motivasi guru dan keterbatasan referensi yang up to date. Berdasarkan permasalahan yang dihadapi mitra maka  dilakukan  pelatihan karya tulis ilmiah yang meliputi : (1) Penentuan tema atau topik yang menarik, (2) Penulisan latar belakang dan penentuan masalah, (3) Penulisan kajian pustaka dan penentuan teori yang digunakan, (4) Penulisan metodologi penelitian, (5) Penulisan laporan penelitian dan penyajian data, (6) Penulisan pembahasan dan penarikan kesimpulan, (7) Pelatihan pengecekan plagiarism dengan menggunakan Turnitin atau Grammarly, (8) Melakukan sosialisasi situs web jurnal nasional terakreditasi SINTA dan Internasional terindeks SCOPUS yang bereputasi. Hasil Pengabdian Kemitraan ini  yaitu peserta pelatihan menghasilkan karya tulis yang minim plagiarism dan dapat dipublikasikan di jurnal lokal, nasional atau internasional yang bereputasi  Kata kunci: Karya Ilmiah, Guru, Pelatihan
ANALISIS PENINGKATAN MIGRASI PADA MASYARAKAT DUSUN KADUNDUNG DESA PENGKENDEKAN KECAMATAN SABBANG KABUPATEN LUWU UTARA Rusdi Rusdi; Feri Padli; Pujawati Pujawati
Humano: Jurnal Penelitian Vol 13, No 2 (2022): PERIODE NOVEMBER
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/humano.v13i2.5449

Abstract

Research objectives to find out 1). Factors increasing migration In the Kadundung Hamlet Community, Pengkendekan Village, Sabbang District, North Luwu Regency, 2). Knowing the consequences increased migration in the Kadundung Hamlet Community, Pengkendekan Village, Sabbang District, North Luwu Regency. Type of research used n is descriptive qualitative. Data collection techniques are observation, interviews and documentation. Data analysis carried out is preparing data, reflecting on data, coding data, sharing coding results, interpreting and interpreting data.The research results show 1). There are three factors for increased migration namely: first, the driving factor which consists of a lack of jobs in origin, non-strategic location, natural disasters. Second, factor The bottlenecks consist of the long distance to the destination area and the high transportation costs expensive. Third, the pull factor consists of the expectation of more economic life well, geographical conditions in a strategic destination area and invitations from friends or brother. 2). There are two impacts of increased migration: first, impact positive is the reduction of unemployment in the village and can increase welfare of families in the village with remittances from relatives work in the city. Second, the negative impact is the lack of workers and villages become undeveloped
Patorani local knowledge system in fisheries resources conservation education in Galesong District South Sulawesi Hasriyanti Hasriyanti; Rusdi Rusdi; Titus Adeyemi Alonge; Erman Syarif
Jurnal Pendidikan Geografi: Kajian, Teori, dan Praktek dalam Bidang Pendidikan dan Ilmu Geografi Vol 28, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um017v28i12023p52-63

Abstract

The development of fishery resources is realized through one of the pillars of development, namely pro-environment (restoration and preservation of the environment) in the order of conservation and rehabilitation of marine resources. This study aimed to investigate and describe patorani culture, which is the local fishermen's knowledge of conserving fishery resources. This research used the qualitative descriptive method with a phenomenological approach by using several sets of data, including the preliminary studies. The data were collected through literature review, observation, and preliminary survey, and then they were analyzed based on understanding and public opinion through a qualitative approach. The informant is a patorani fisherman who act as the papalele, punggawa, and sawi. Primary data sources and data collection techniques are obtained mostly from participation observation, and in-depth interviews with patorani fishermen families. The data obtained were analyzed componential through three stages, namely data reduction, data presentation, and data verification. The results of this study showed that Galesong society still practices patorani culture in the utilization of coastal resources and maritime transport, including: 1) knowledge related to ceremonial preparation of fishing activities, 2) the use of technology fishing gear, 3) knowledge about the existence of spear fish, 4) knowledge in fishing activities, and 5) knowledge of the fishing voyage patorani. The fisherman's knowledge of patorani culture was derived from hereditary experience. Patorani’s knowledge comes from empirical reality as a result of interaction with the environment, both with the human environment itself and the natural environment of the sea. Finally, the local knowledge system of patorani can systematically support education on the conservation of aquatic biological resources, especially fishery resources.
Implementasi Pendidikan Multikultural dalam Mencengah Bullying Feri Padli; Siti Raodhatul Ummah; Rusdi Rusdi; Abdul Mannan
Jurnal Sinestesia Vol. 13 No. 1 (2023)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The diversity of cultures, tribes, races, religions, characters, and backgrounds in schools is the potential for differences in behavior, attitudes, or opinions. Meanwhile, students have the freedom to interact with peers. Supervision cannot be carried out continuously by the school. Every interaction between students, that's when bullying usually happens with each other. This action can occur between individuals, individuals with groups, groups with groups, and so on. Lack of understanding among students so this behavior continues to occur repeatedly. The lack of effort made coupled with habits that are difficult to change. Therefore, strong efforts are needed to minimize bullying. This article provides solutions for handling bullying in the school environment by involving various policymakers. From the results of the study, it was determined that Multicultural Education can be implemented at every level of education. The curriculum is regulated by requiring multicultural lessons to be required. The goal is to provide understanding as well as the practice of mutual respect for fellow human beings. Maximizing education about forms of bullying will reduce their actions. Students will consciously understand each other better and understand that the behavior can harm others.
Studi Geografi Pemanfaatan Hasil Hutan Bukan Kayu Kawasan Hutan Lindung Kecamatan Alu Abdul Mannan; Muhammad Yusuf; Feri Padli; Rusdi Rusdi
Jurnal Environmental Science Vol 5, No 2 (2023): April
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jes.v5i2.46200

Abstract

AbstractSecara garis besar, Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pemanfaatan Hasil hutan bukan kayu dalam kawasan hutan lindung kecamatan Alu.. Dalam Penelitian ini digunakan kombinasi metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan teknik pengambilan data survey terrestrial, wawancara dan system informasi geografi. Temuan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 67 jenis hasil hutan bukan kayu dalam kawasan hutan lindung yang dimanfaatkan oleh masyarakat. Terdapat 13 tujuan  Terdapat 13 tujuan pemanfaatan hhbk oleh masyarakat di kecamatan alu yang terdiri dari: 1). tujuan konsumsi; 2). sebagai rempah – Rempah; 3). bahan baku obat-obatan tradisional; 4). penyaluran Hobi; 5). Bahan Baku Perkakas Pertanian / Pertukangan; 6 Bahan Baku Alat Musik tradisional; 7). Alat Berburu hewan liar; 8). Bahan baku makanan /minuman tradisional; 9). tujuan Komersil / dijual; 10). bahan Kelengkapan bangunan rumah; 11). tanaman Pembatas Kebun; 12). peralatan / Perabotan rumah tangga; 13). aksesoris / Perhiasan diri dan rumah tangga. Terdapat empat wilayah dalam kawasan hutan lindung di kecamatan alu yang menjadi lokasi pemanfaatan hasil hutan bukan kayu yaitu 1). wilayah buttu arawunang – kawo kawong; 2). wilayah buttu arawunang-buttu takkararo; 3). wilayah buttu saragian buttu kembar serta; 4). wilayah pao pao – puppuuring.
Persepsi Dan Respon Masyarakat Terhadap Budidaya Ulat Sutera di Kabupaten Soppeng Rusdi Rusdi; Rosmini Maru; Syukri Nyompa; Rusman Rasyid; Arfandi Arfandi; Fatimah Basram
Seminar Nasional LP2M UNM SEMINAR NASIONAL 2021 : PROSIDING EDISI 3
Publisher : Seminar Nasional LP2M UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.267 KB)

Abstract

Abstrak. Kabupaten soppeng merupakan salah satu penghasil sutera terbaik di Sulawesi Selatan, namun seiring dengan perkembangan budidaya ulat sutera mengalami penurunan kualitas dan kuantitas. Untuk meningkatkan budidaya ulat sutera di masa yang akan datang perlu mengetahui persepsi dan respon masyarakat. Untuk menilai persepsi masyarakat dan respon terhadap budidaya ulat sutera, wawancara dan pengamatan mendalam dilakukan di daerah budidaya dan luar budidaya di Kabupaten Soppeng. Berdasarkan pengamatan lapangan awal, beberapa wilayah diidentifikasi sebagai pusat pengembangan ulat sutera yaitu di Kec Donri-Donri. Masyarakat di Kabupaten Soppeng khususnya di kecamatan Donri-donri mempersepsikan bahwa budidaya Ulat sutera masih memiliki nilai ekonomi yang tinggi dibandingkan usaha tani lainnya. Budidaya ulat sutera dijadikan sebagai mata pencaharian utama, sedangkan perkebunan dan peternakan sebagai mata pencaharian sampingan. Sistem kelembagaan terbagi menjadi dua yaitu petani berkelompok dan petani individu, begitu juga dengan sistem pemasaran yaitu pemasaran individu dan pemasaran kolektif. Kata Kunci: Budidaya Ulat Sutera, Persepsi, Respon Masyarakat
Persepsi Masyarakat Terhadap Bencana Banjir di Kabupaten Soppeng Dalilul Falihin; Rusdi Rusdi; Syarifah Balkis; Mauliadi Ramli; Reski Amelia
Seminar Nasional LP2M UNM SEMINAR NASIONAL 2021 : PROSIDING EDISI 3
Publisher : Seminar Nasional LP2M UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.455 KB)

Abstract

Abstrak. Banjir merupakan bencana yang paling sering terjadi di Indonesia. Setiap musim hujan tiba, bencana banjir akan terjadi di daerah-daerah langganan banjir. Kabupaten Soppeng merupakan daerah yang selalu mengalami banjir bandang setiap tahunnya. Masyarakat telah melakukan berbagai tanggapan dan strategi adaptasi dalam upaya menghadapi risiko banjir masa depan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tanggapan masyarakat dan strategi adaptasi dalam menghadapi bencana banjir bandang di Kabupaten Soppeng. Metode dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan wawancara mendalam dan pengamatan di daerah kawasan banjir. Partisipasi masyarakat berasal dari penelitian induktif sosial yang menghasilkan hasil deskriptif. Penelitian ini menunjukkan bahwa kurangnya koordinasi dan kerja yang tidak sinkron antara pemangku kepentingan merupakan faktor yang paling dominan dalam menyebabkan kerentanan yang lebih tinggi. Masyarakat mengungkapkan persepsi tentang pentingnya peran pemangku kepentingan selama respon banjir. Masalah yang dirasakan oleh masyarakat muncul karena pekerjaan yang tidak sinkron antara pemangku kepentingan, termasuk proses evakuasi yang tidak terkoordinasi, distribusi bantuan yang tidak merata, dan kemiskinan. penanganan pengungsi. Terbukti juga dari wawancara mendalam bahwa pemangku kepentingan tingkat tinggi, misalnya pemerintah daerah, dianggap kurang berperan aktif. Kata Kunci: Persepsi, Respon Masyarakat, Bencana Banjir
Pelatihan Dasar Komputer Grafis Corel Draw dalam penerapan infografis dana desa tahunan Feri Padli; Rusdi Rusdi; Abdul Mannan; Syarifah Balkis; Hendra Hendra
Humanis Vol. 22, No. 1 Juni 2023
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/humanis.v22i1.46639

Abstract

Tujuan pelatihan ini untuk membekali keterampilan staf desa dalam menggunakan program-program aplikasi komputer yang mendukung aspek kompetensi sebagai indikator profesionalisme dalam hal penguasaan teknologi. Pengenalan dan pelatihan penggunaan program-program aplikasi komputer grafis bertujuan untuk membantu staf dalam menyusun dan mempersiapkan tampilan informasi berbasis grafis yang mudah dimengerti, transparan, dan sifatnya edukatif bagi masyarakat. Pelatihan dirancang dengan menggunakan metode Interactive Learning by Doing yang bertujuan agar memudahkan penyerapan materi pelatihan, sehingga peserta mampu mengikuti materi dalam bentuk modul yang dibagikan disertai software yang diinstalkan sebelumnya. Luaran yang dihasilkan adalah tambahan keterampilan menggunakan program komputer grafis yang dapat diaplikasi langsung ke dalam bentuk penyajian informasi yang transparan dan mudah dimengerti oleh masyarakat. Luaran lainnya yakni buku modul praktikum pelatihan yang dibuat secara komprehensif, serta sertifikat pelatihan. Abstract. This training aims to equip village officials with skills in using computer application programs that support competency aspects as indicators of professionalism in terms of technical mastery. Introduction and training in the use of computer graphics application programs aim to assist staff in compiling and preparing graphical information displays that are easy to understand, transparent, and educational for the public. The training is designed using the Interactive Learning by Doing method which aims to make it easier to absorb training material so that participants can follow the material in the form of modules which are distributed along with the software that has been installed. The resulting output is additional skills in using graphic computer programs that can be applied directly in the form of presenting information that is transparent and easily understood by the public. Other outputs are a comprehensive training practicum module book, as well as a training certificate.