Artikel ini mengkaji peran etika Kristen dalam menangani plagiarisme dan ketidakjujuran akademik di sekolah serta perguruan tinggi Kristen pada era digital. Perkembangan teknologi digital, termasuk penggunaan kecerdasan buatan (AI), memperluas peluang terjadinya pelanggaran akademik dan menuntut pendekatan pembinaan etika yang lebih komprehensif. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur berdasarkan penelitian terkini di bidang teologi, pendidikan, dan etika. Temuan menunjukkan bahwa nilai etika Kristen seperti kasih, keadilan, dan tanggung jawab berkontribusi signifikan dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan kesadaran moral peserta didik. Berbagai studi menegaskan bahwa plagiarisme tidak hanya merupakan pelanggaran akademik, tetapi juga pelanggaran moral dan spiritual yang bertentangan dengan prinsip kebenaran dalam Alkitab. Tantangan baru berupa plagiarisme berbasis AI menunjukkan perlunya regulasi institusional yang lebih jelas. Selain itu, pendekatan holistik yang melibatkan lembaga pendidikan, keluarga, dan gereja menjadi kunci dalam memperkuat integritas akademik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendidikan Kristen perlu memperkokoh dasar etis dan spiritual guna membentuk peserta didik yang berkarakter Kristus dan mampu menghadapi persoalan etis dunia digital.
Copyrights © 2025