Penelitian ini menyoroti penggunaan campur kode dalam komentar pengguna TikTok sebagai bentuk identitas berbahasa generasi muda. Praktik campur kode tampak melalui penyisipan unsur bahasa daerah maupun bahasa asing, terutama bahasa Inggris, yang umum dipakai dalam komunikasi informal di media sosial. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik simak-catat untuk memperoleh data komentar yang memuat campur kode. Proses analisis dilakukan melalui tahap reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan untuk mengidentifikasi variasi dan fungsi campur kode tersebut. Temuan menunjukkan bahwa campur kode tidak hanya menjadi sarana ekspresi dan penanda kedekatan sosial, tetapi juga mencerminkan karakter linguistik generasi Z yang luwes, inovatif, dan dipengaruhi oleh budaya digital. Dengan demikian, fenomena ini menggambarkan perkembangan bahasa yang dinamis dalam komunikasi online.
Copyrights © 2025