The fulfillment of children's rights is a shared responsibility that requires active participation from various stakeholders, including child advisors who interact directly with children in diverse contexts. Effective communication skills, particularly in public speaking, are essential for child advisors to convey information, build trust, and advocate for children's rights effectively. This program aimed to enhance the capacity of child advisors through a comprehensive and practical public speaking training. Organized by Yayasan FREN, the training served as a contribution to strengthening the role of child advisors across different sectors. The methods used included lectures, simulations, hands-on practice, and performance evaluations. Results showed that 95% of participants found the training highly beneficial, with many expressing hopes that similar trainings be conducted regularly, both in their respective schools and at the district level. Additionally, there was a significant improvement in participants’ self-confidence, public speaking techniques, and understanding of the importance of effective communication in advocating for children's rights. Therefore, this training not only enhanced technical skills but also reinforced the role of child advisors as agents of change in the protection and fulfillment of children's rights. Pemenuhan hak anak merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan peran aktif dari berbagai pihak, termasuk penasihat anak yang berinteraksi langsung dengan anak-anak dalam berbagai konteks. Kemampuan komunikasi yang efektif, khususnya dalam bentuk public speaking, menjadi keterampilan penting bagi penasihat anak untuk menyampaikan informasi, membangun kepercayaan, dan memperjuangkan hak-hak anak secara optimal. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas penasihat anak melalui pelatihan public speaking yang dirancang secara komprehensif dan aplikatif. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Yayasan FREN sebagai bentuk kontribusi dalam penguatan peran penasihat anak di berbagai lini. Metode pelaksanaan meliputi penyampaian materi, simulasi, praktik langsung, dan evaluasi performa peserta. Hasil kegiatan menunjukkan 95% menyatakan pelatihan sangat bermanfaat, dan banyak di antara mereka menyampaikan harapan agar pelatihan seperti ini dilanjutkan secara berkala, baik di sekolah masing-masing maupun dalam skala kabupaten. Selain itu, terdapat peningkatan signifikan dalam kepercayaan diri, teknik berbicara di depan umum, serta pemahaman peserta terhadap pentingnya komunikasi efektif dalam advokasi pemenuhan hak anak. Dengan demikian, pelatihan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis, tetapi juga memperkuat peran penasihat anak sebagai agen perubahan dalam perlindungan dan pemenuhan hak anak.
Copyrights © 2025