Penelitian ini menelaah bagaimana kepemimpinan partisipatif kepala sekolah mendorong kedisiplinan guru di SMK Santiwit Songkhla Technological College, Thailand, serta menutup celah kajian pada konteks sekolah kejuruan berasrama. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus kualitatif melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen di SMK Santiwit Songkhla Technological College, Thailand. Data dianalisis secara tematik menggunakan constant comparison dengan triangulasi, audit trail, dan member checking untuk menjaga keabsahan temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelibatan deliberatif, pendelegasian peran, komunikasi dua arah, dan penegakan prosedur membangun rasa memiliki, kejelasan ekspektasi, serta persepsi keadilan. Rapat terjadwal, notula, dan tindak lanjut rutin menumbuhkan ritme kerja yang stabil. Dalam konteks asrama, pairing guru, penjadwalan ulang yang terdokumentasi, dan apresiasi publik membantu mengurangi beban kerja serta menjaga kepatuhan. Temuan ini menegaskan keterkaitan antara partisipasi, keteladanan, keadilan prosedural, dan dukungan manajerial terhadap kedisiplinan guru. Dengan demikian, sekolah perlu memformalkan pelibatan, indikator disiplin lintas setting, jalur komunikasi, serta sistem apresiasi dan sanksi yang transparan, berkelanjutan, dan adaptif terhadap dinamika organisasi.
Copyrights © 2026