Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi strategi pembelajaran kosakata bahasa Sunda pada anak usia dini melalui aplikasi Let’s Read. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan observasi partisipatif dan wawancara semi-terstruktur terhadap seorang guru dan sepuluh anak usia 4–6 tahun di Cianjur, penelitian ini mengidentifikasi enam strategi pedagogis: pemodelan, definisi, ekspansi, contoh kontekstual, pertanyaan terbuka, dan perintah direktif. Hasil menunjukkan bahwa guru mengelompokkan kosakata berdasarkan tiga tingkatan kompleksitas (Tier 1–3), termasuk kosakata bermuatan budaya seperti peyeum. Efektivitas penggunaan teknologi digital bergantung pada mediasi guru sebagai cultural broker yang menghubungkan bahasa dengan nilai budaya lokal. Studi ini menegaskan bahwa pelestarian bahasa daerah memerlukan pendekatan holistik yang mengintegrasikan kematangan pedagogis, sensitivitas budaya serta teknologi edukatif. Teknologi berperan sebagai alat bantu pemberdayaan guru, bukan pengganti perannya dalam pelestarian bahasa.
Copyrights © 2025