Ekstrakurikuler olahraga di Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah (SMA/MA) memiliki peran ganda yaitu sebagai wahana pengembangan minat bakat dan sebagai bagian integral dari pembentukan karakter siswa. Efektivitas program Ekstrakurikuler Olahraga sangat bergantung pada kinerja manajerial yang kuat dari kepala sekolah dan koordinator ekskul. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi dan efektivitas prinsip-prinsip kepengawasan berbasis coaching yang dilakukan oleh pengawas sekolah dalam meningkatkan kinerja manajerial Ekstrakurikuler Olahraga di SMA/MA se-Kota Bandung. Menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus tunggal dengan unit analisis multi-situs (lima SMA/MA di Kota Bandung), data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan dua pengawas, lima kepala sekolah, dan lima koordinator Ekstrakurikuler Olahraga. Prinsip coaching yang difokuskan meliputi: Kemitraan Kolaboratif, Pertanyaan Reflektif, dan Orientasi Solusi. Hasil penelitian mengidentifikasi kesenjangan signifikan antara harapan implementasi coaching (ideal) dan realitas di lapangan. Meskipun pengawas menunjukkan komitmen kolaboratif, penggunaan Pertanyaan Reflektif (untuk memicu kesadaran diri coachee) masih sangat minim, didominasi oleh pendekatan mentoring atau instruksi. Namun, model coaching yang terimplementasi, meskipun parsial, berhasil meningkatkan kinerja manajerial pada dimensi Perencanaan Anggaran Berbasis Data dan Sistem Evaluasi Program. Kepala sekolah merasa lebih berdaya dalam mengatasi masalah pendanaan dan manajemen risiko. Kesimpulannya, kepengawasan berbasis coaching memiliki potensi transformatif, namun implementasinya di Kota Bandung perlu ditingkatkan dengan pelatihan mendalam tentang teknik coaching spesifik bagi pengawas untuk menjamin kualitas proses.
Copyrights © 2025