Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep program tahfidz serta implementasinya dalam mengembangkan kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual santri di Pondok Pesantren Hidayatul Muta’allimin Sumber Cangkring Gurah Kediri. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif naratif, data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi yang kemudian dianalisis secara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep program tahfidz di pesantren ini terdiri dari tiga tahapan utama, yaitu metode sima’i (mendengarkan), qiro’ah (membaca), dan penyetoran hafalan kepada pengajar atau pengasuh. Ketiga tahapan tersebut dilaksanakan secara sistematis dan disesuaikan dengan kemampuan masing-masing santri. Implementasi program tahfidz memberikan intensitas kegiatan mengaji yang lebih tinggi bagi santri tahfidz dibandingkan santri non-tahfidz. Aktivitas rutin yang meliputi membaca, menghafal, dan menyetorkan hafalan setiap hari berperan dalam melatih kedisiplinan, pengendalian diri, motivasi, serta pembiasaan perilaku positif. Selain itu, keterikatan emosional dan spiritual santri terhadap Al-Qur’an semakin berkembang melalui konsistensi interaksi dengan ayat-ayat suci. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program tahfidz berkontribusi signifikan terhadap perkembangan kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual santri. Santri tahfidz cenderung lebih tertib, mampu mengatur waktu dengan baik, memiliki tanggung jawab yang tinggi, serta mampu menjaga hubungan sosial dengan sesama teman. Dengan demikian, program tahfidz tidak hanya berfungsi sebagai proses menghafal Al-Qur’an, tetapi juga sebagai sarana pembinaan karakter yang efektif dalam membentuk kecerdasan emosional dan spiritual santri.
Copyrights © 2026