Stres akademik merupakan respons fisiologis dan psikologis yang muncul akibat tuntutan akademik yang dirasakan melebihi kemampuan individu untuk mengatasinya. Stres yang berkepanjangan dapat memengaruhi fungsi sistem reproduksi melalui gangguan hormonal, sehingga berpotensi menyebabkan ketidakteraturan siklus menstruasi. Tujuan: Mengetahui hubungan antara tingkat stres akademik dengan siklus menstruasi pada mahasiswi tingkat 3 di ITKES Wiyata Husada Samarinda. Metode: Penelitian menggunakan desain cross sectional dengan teknik Proportional Random Sampling yang melibatkan 140 responden. Instrumen pengumpulan data meliputi kuesioner tingkat stres akademik dan kuesioner siklus menstruasi. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square dengan derajat kemaknaan p < 0,05. Hasil: Hasil analisis univariat menunjukkan sebagian besar responden megalami stress berat yaitu 79 responden (61,7%), stress ringan 49 responden (38,3%), sedangkan siklus menstruasi sebagian besar tidak teratur yaitu 100 responden (78,1%), dan teratur 28 responden (21,9%). Analisis bivariat dengan uji Chi-Square di peroleh ρ = 0,752 (>0,05) yang berarti tidak terdapat hubungan signifikan antara tingkat stres akademik dengan siklus menstruasi. Simpulan: tingkat stres akademik tidak berhubungan dengan keteraturan siklus menstruasi pada mahasiswi Saran: Penelitian ini menekankan pentingnya manajemen stres akademik melalui strategi koping yang efektif untuk menjaga kesehatan mental dan reproduksi mahasiswi.
Copyrights © 2025