Di tengah derasnya arus globalisasi dan disrupsi digital, nilai Pancasila menghadapi tantangan dalam relevansi dan internalisasi di kalangan Generasi Z. Penelitian ini bertujuan mengkaji representasi nilai Pancasila dalam konten edukasi TikTok serta respons mahasiswa Generasi Z sebagai audiens utama. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis semiotika Roland Barthes pada 10 konten TikTok bertema Pancasila, dilengkapi survei terbuka dan wawancara terhadap 35 mahasiswa dari berbagai jurusan perguruan tinggi. Analisis konten menunjukkan simbol-simbol nasional dan pesan kebangsaan hadir dalam tiga lapisan makna: denotasi, konotasi, dan mitologi. Hasil survei memperlihatkan 74,3% responden menilai konten mudah dipahami, 71,4% merasa pemahaman mereka bertambah, dan 62,9% menilai konten relevan dengan kehidupan mereka. Wawancara kualitatif mengungkap preferensi mahasiswa pada konten yang kreatif, singkat, dan sesuai tren digital. Uji t menunjukkan adanya peningkatan signifikan skor pemahaman sebelum dan sesudah menonton (p-value = 0,021). Hasil ini menegaskan bahwa TikTok memiliki potensi signifikan sebagai media edukasi ideologis, meskipun efektivitasnya sangat dipengaruhi oleh format dan strategi komunikasi yang digunakan. Penelitian ini menyarankan kolaborasi strategis antara institusi formal dan kreator konten untuk menghasilkan pesan ideologis yang substansial sekaligus menarik bagi generasi muda.
Copyrights © 2025