Indeks Pembangunan Manusia merupakan indikator penting dalam mengukur kualitas hidup masyarakat yang mencakup aspek pendidikan, kesehatan, dan standar hidup layak. Kemiskinan dan stunting dipandang sebagai dua faktor utama yang dapat menghambat peningkatan IPM. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kemiskinan dan prevalensi stunting terhadap Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Provinsi Sulawesi Barat pada tahun 2018–2023. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode regresi berganda. Analisis dilakukan dengan menggunakan model regresi berganda untuk menguji pengaruh masing-masing variabel terhadap IPM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemiskinan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Indeks Pembangunan Manusia. Sementara itu, prevalensi stunting juga menunjukkan pengaruh negatif yang signifikan terhadap IPM. Secara simultan, kedua variabel tersebut secara bersama-sama mempengaruhi tingkat IPM di Provinsi Sulawesi Barat. Temuan ini menegaskan pentingnya kebijakan pemerintah dalam menurunkan angka kemiskinan dan mengurangi prevalensi stunting guna meningkatkan kualitas pembangunan manusia secara menyeluruh di daerah tersebut.
Copyrights © 2025