Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan motorik halus anak usia 4–5 tahun melalui kegiatan montase di TK Negeri Pembina Sunggal. Latar belakang penelitian ini adalah kondisi keterampilan motorik halus anak, khususnya koordinasi mata-tangan, ketelitian, dan kemandirian, yang belum berkembang optimal melalui metode pembelajaran konvensional. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen one group pretest-posttest. Subjek penelitian berjumlah 12 anak yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Perlakuan diberikan melalui tiga kegiatan montase bertema “Diriku” dengan subtema Anggota Tubuh, Identitas Diri, dan Keluargaku yang dirancang untuk merangsang keterampilan motorik halus. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi berdasarkan indikator yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan skor rata-rata dari 13,4 (kategori cukup) pada pretest menjadi 23,4 (kategori sangat baik) pada posttest. Uji hipotesis menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test memperoleh nilai signifikansi 0,002 < 0,05, yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara kemampuan motorik halus anak sebelum dan sesudah perlakuan. Dengan demikian, kegiatan montase dapat dijadikan alternatif strategi pembelajaran yang efektif dalam menstimulasi keterampilan motorik halus anak usia dini. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi guru dalam merancang kegiatan belajar kreatif yang mendukung perkembangan serta kemandirian anak secara optimal.
Copyrights © 2025