Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna kritik sosial yang terkandung dalam lirik lagu “Gelap Gempita” karya Band Sukatani dengan menggunakan pendekatan semiotika Ferdinand de Saussure. Metode kualitatif deskriptif diterapkan untuk menganalisis tanda-tanda linguistik dalam lirik guna mengidentifikasi hubungan penanda dan petanda. Hasil analisis menunjukkan bahwa lirik lagu tersebut membangun relasi oposisi biner antara “Kita” (rakyat) dan “Mereka” (penguasa), di mana simbol-simbol seperti "kekuasaan," "kedzaliman," dan "bendera" merepresentasikan perlawanan terhadap ketidakadilan. Simpulan penelitian menegaskan bahwa “Gelap Gempita” bukan hanya produk hiburan, melainkan medium ekspresi budaya yang efektif untuk menyampaikan kritik sosial dan merefleksikan realitas masyarakat Indonesia.
Copyrights © 2025