Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak sosial ekonomi yang dialami masyarakat akibat penggusuran rumah dan lahan di Kampung Tua Tembesi Tower, Sagulung, Batam. Pendekatan yang digunakan adalah metode campuran (mixed method) dengan menggabungkan analisis kualitatif dan kuantitatif. Penelitian ini dilakukan melalui wawancara langsung, survey lokasi penggusuran dan sebagiannya berbasis dokumen (laporan media, laporan Ombudsman, pernyataan perusahaan, dan sumber sekunder lainnya) untuk mengidentifikasi konsekuensi langsung dan tidak langsung atas proses penertiban lahan pada awal Januari 2025. Hasil analisis menunjukkan bahwa penggusuran memicu hilangnya hunian dan aset material, gangguan mata pencaharian (termasuk kehilangan usaha mikro dan akses kerja), penurunan pendapatan rumah tangga, disrupsi layanan pendidikan dan kesehatan, serta dampak psikososial dan erosi modal sosial komunitas. Temuan juga menunjukkan adanya masalah tata kelola pertanahan dan indikasi maladministrasi yang direkomendasikan untuk ditindaklanjuti oleh Ombudsman. Artikel ini menyimpulkan dengan rekomendasi kebijakan praktis: kompensasi yang adil dan transparan, relokasi partisipatif, pemulihan mata pencaharian, mekanisme kompensasi jangka panjang, dan penguatan mekanisme pengaduan serta monitoring independen untuk memastikan pemulihan sosial-ekonomi.
Copyrights © 2025