Integrasi kearifan lokal dalam pendidikan karakter menjadi kebutuhan strategis dalam membangun identitas budaya peserta didik di tengah derasnya arus globalisasi. Tantangan era digital menyebabkan nilai-nilai lokal semakin terpinggirkan, sehingga pendidikan karakter perlu diarahkan pada penguatan jati diri budaya melalui internalisasi nilai-nilai luhur masyarakat Nusantara. Artikel ini bertujuan menganalisis solusi strategis dalam mengintegrasikan kearifan lokal ke dalam pendidikan karakter, khususnya bagi peserta didik generasi Z. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan pendekatan deskriptif analitis melalui telaah buku, jurnal ilmiah, dan dokumen pendidikan terkait pendidikan karakter, kearifan lokal, serta kebijakan kurikulum nasional. Hasil analisis menunjukkan bahwa kearifan lokal memiliki potensi besar dalam memperkuat karakter dan identitas budaya melalui nilai-nilai seperti gotong royong, kejujuran, toleransi, dan cinta tanah air. Integrasi ini dapat dilakukan melalui pendekatan pembelajaran kontekstual, projek berbasis budaya lokal, keteladanan guru, sinergi sekolah, keluarga, komunitas, serta pemanfaatan media digital sebagai sarana penguatan nilai. Dengan demikian, pendidikan karakter berbasis kearifan lokal mampu melahirkan peserta didik yang berkepribadian kuat, berbudaya, dan tetap kompetitif dalam dinamika global.
Copyrights © 2025