Fenomena perundungan atau bullying masih menjadi masalah signifikan, termasuk di lingkungan pendidikan berbasis boarding school seperti pondok pesantren. Santri sering kali megalami perundungan verbal dan relasional yang dikemas dalam interaksi sosial dan relasi senior-junior. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media permainan ludo bullying terhadap pemahaman perundungan pada remaja. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan desain non-equivalent control group design. Subjek penelitian adalah santri kelas VII di Pondok Pesantren Modern Sahid Bogor. Teknik pengumpulan data menggunakan angket skala pemahaman perundungan, yang telah diuji validitas dan reliabilitas. Analisis data dilakukan menggunakan uji N-Gain dan Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa terdapat perbedaan signifikan antara tingkat pemahaman perundungan sebelum dan sesudah diberikan perlakuan pada kelompok eksperimen serta perbedaan peningkatan pemahaman kelompok eksperimen yang menggunakan media permainan ludo bullying dan kelompok kontrol dengan metode ceramah. Temuan ini menunjukkan bahwa media permainan ludo bullying efektif dalam meningkatkan pemahaman remaja tentang perundungan. Implikasi dari penelitian ini adalah pentingnya inovasi media dalam layanan bimbingan kelompok untuk mengedukasi remaja mengenai perundungan sebagai bagian dari upaya preventif.
Copyrights © 2025