Kegiatan pengabdian ini dilatar belakangi oleh rendahnya tingkat pemenuhan kebutuhan telur ayam ras di Desa Pinggir Air, di mana produksi lokal baru mampu mencukupi sekitar 20% dari kebutuhan pasar. Kondisi tersebut menyebabkan ketergantungan masyarakat terhadap pasokan telur dari luar daerah. Situasi ini sekaligus menjadi peluang bagi masyarakat Desa Pinggir Air untuk mengembangkan usaha peternakan ayam petelur secara mandiri. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pendampingan dan pemahaman mengenai penerapan prinsip-prinsip Etika Bisnis Islam dalam pengelolaan peternakan ayam petelur, agar usaha yang dijalankan tidak hanya menguntungkan secara ekonomi tetapi juga berlandaskan nilai-nilai Islam. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dengan melibatkan peternak sebagai mitra utama, serta tokoh masyarakat dan pihak terkait sebagai pendukung kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa para peternak mulai menerapkan prinsip-prinsip Etika Bisnis Islam, meliputi prinsip kesatuan (tauhid), keseimbangan (keadilan dalam penetapan harga), tanggung jawab, dan kejujuran dalam menjaga kualitas telur. Selain itu, pengelolaan usaha dilakukan dengan memanfaatkan lahan dan modal pribadi, serta sistem pemasaran langsung kepada konsumen. Melalui kegiatan ini, diharapkan peternak dapat mengembangkan usaha secara berkelanjutan dengan tetap berpegang pada nilai-nilai etika bisnis Islam.
Copyrights © 2026