Artikel ini mengkaji representasi gangguan berbahasa anak autisme dalam media sosial, khususnya pada tiga akun TikTok (@azalazilvlog, @alandiyo, dan @qiqiamelia). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk gangguan berbahasa verbal dan nonverbal yang ditampilkan dalam konten video, serta menganalisis bagaimana representasi tersebut memengaruhi persepsi publik terhadap anak autis. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak autis dalam konten TikTok menampilkan gangguan bahasa berupa echolalia, pelafalan tidak jelas, serta keterbatasan kosakata. Aspek nonverbal seperti minimnya kontak mata, gestur tubuh repetitif, dan ekspresi emosional ekstrem juga muncul secara konsisten. Temuan ini memperlihatkan pentingnya etika representasi anak autis dalam media sosial agar tidak menimbulkan stigma
Copyrights © 2025