Pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam yang memiliki peran penting dalam pembentukan karakter dan akhlak santri. Namun, keberagaman latar belakang sosial, budaya, dan tingkat pemahaman agama di pesantren sering kali menjadi pemicu konflik. Konflik dapat muncul dalam berbagai bentuk, seperti perbedaan pendapat antar-santri, ketegangan antara santri dan pengasuh, serta perbedaan kepentingan dalam pengelolaan pesantren. Jika tidak dikelola dengan baik, konflik ini dapat mengganggu harmoni kehidupan pesantren dan menurunkan efektivitas pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendekatan Islami dalam manajemen konflik di lingkungan pesantren, dengan menyoroti konsep musyawarah (syura), ishlah (rekonsiliasi), ukhuwah Islamiyah (persaudaraan Islam), serta keadilan (‘adl) dalam penyelesaian perselisihan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan etnografi, melalui observasi langsung serta analisis dokumen terkait kebijakan pengelolaan konflik di pesantren. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen konflik berbasis nilai-nilai Islam dapat menjadi solusi efektif dalam menjaga stabilitas dan harmoni pesantren. Pendekatan ini meliputi strategi preventif dengan menanamkan nilai-nilai Islam sejak dini, strategi kuratif melalui mediasi oleh kyai atau ustaz, serta strategi rekonstruktif yang berfokus pada rehabilitasi hubungan dan evaluasi kebijakan pesantren. Dengan menerapkan prinsip-prinsip Islam dalam penyelesaian konflik, pesantren dapat menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih kondusif, harmonis, dan sesuai dengan tujuan pembinaan karakter santri
Copyrights © 2025