Transformasi digital telah mendorong organisasi untuk mengadopsi berbagai bentuk pembelajaran digital sebagai strategi utama pengembangan kompetensi tenaga kerja. Namun, efektivitas pendekatan ini masih bervariasi, terutama ketika diterapkan pada konteks organisasi dengan tingkat kesiapan teknologi dan budaya pembelajaran yang berbeda-beda. Penelitian ini menggunakan metode ulasan naratif Studi ini bertujuan untuk menganalisis secara tematis bagaimana pembelajaran digital mempengaruhi pengembangan kompetensi tenaga kerja melalui mekanisme kognitif, perilaku, dan sosial. Hasil studi menunjukkan bahwa pembelajaran digital berkontribusi signifikan terhadap peningkatan kompetensi teknis, termasuk literasi digital dan keterampilan analitis, serta memperkuat kompetensi kognitif seperti berpikir kritis dan kelincahan belajar. Namun, pengembangan kompetensi lunak membutuhkan dukungan ekosistem pembelajaran yang lebih interaktif dan berbasis kolaborasi yang terintegrasi dengan praktek kerja nyata. Studi ini juga mengidentifikasi bahwa faktor-faktor organisasi seperti budaya belajar, kepemimpinan digital, dan kesiapan infrastruktur berperan sebagai moderator penting bagi efektivitas pembelajaran digital. Secara teoritis, studi ini memperluas penerapan Teori Modal Manusia, Pandangan Berbasis Sumber Daya, dan Teori Pembelajaran Sosial dalam konteks pembelajaran digital. Temuan-temuan ini memberikan kontribusi konseptual dan praktis bagi organisasi dalam merancang strategi pembelajaran dan pengembangan yang lebih adaptif dan berbasis bukti, serta menawarkan arah penelitian baru yang berfokus pada efektivitas jangka panjang dan perbandingan lintas industri.
Copyrights © 2025