AbstrakArtikel ini mengkaji peran agama sebagai kebutuhan fundamental manusia dalam masyarakat yang majemuk, berdasarkan tafsir QS. Al-Hujurat [49]:13. Ayat tersebut menegaskan bahwa keberagaman suku dan bangsa merupakan kehendak Tuhan untuk mendorong saling pengakuan dan bukan perpecahan. Dengan menggunakan metode kajian pustaka, artikel ini menganalisis bagaimana agama berfungsi sebagai kebutuhan manusia dalam masyarakat yang majemuk. Temuan penelitian menunjukkan bahwa agama dapat memenuhi kebutuhan manusia secara holistik apabila dipahami secara inklusif dan substantif. Dengan menjadikan ketakwaan sebagai tolok ukur utama, ayat ini mendorong terciptanya masyarakat yang adil, rukun, dan saling menghormati. Integrasi teks-teks agama dengan teori-teori kebutuhan manusia modern dapat menjadi solusi untuk membangun masyarakat yang damai dan beradab, sekaligus mengatasi permasalahan identitas dan disintegrasi dalam masyarakat yang majemuk.Kata Kunci : Agama, Kebutuhan Manusia, Masyarakat Pluralistik.
Copyrights © 2025