Implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS) seringkali terhambat pada pemenuhan formalitas administratif tanpa menyentuh kesadaran intrinsik civitas akademika. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi implementasi SPMI di STIT Tanggamus dan mengeksplorasi peran budaya organisasi Islami sebagai katalisator mutu. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus tunggal, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa STIT Tanggamus menerapkan siklus PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan) dengan mengintegrasikan nilai-nilai Islami seperti amanah, muraqabah (merasa diawasi Allah), dan khidmah (pengabdian). Strategi ini berhasil mengubah paradigma kepatuhan dari sekadar takut sanksi menjadi kesadaran spiritual, sehingga meningkatkan kedisiplinan dan meminimalisir resistensi terhadap audit mutu. Meskipun terdapat kendala berupa resistensi kultural dari dosen senior dan beban ganda jabatan, pendekatan persuasif-religius yang diterapkan pimpinan terbukti efektif mengatasinya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi nilai spiritual dalam sistem manajemen mutu merupakan strategi efektif untuk membangun budaya mutu yang berkelanjutan di PTKIS.
Copyrights © 2025