Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi orang tua terhadap peran sekolah dalam pendidikan agama Islam di rumah. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus yang melibatkan 10 orang tua, 2 guru Pendidikan Agama Islam (PAI), dan 1 kepala sekolah di tiga sekolah dasar Islam di Desa Cinta Rakyat, Kota Medan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman (reduksi, penyajian, dan verifikasi data). Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas orang tua memiliki persepsi positif terhadap peran sekolah sebagai mitra dalam pembinaan keagamaan anak. Sekolah dinilai efektif dalam memperkuat nilai-nilai Islam melalui kegiatan seperti Majelis Taklim, Parenting Islami, dan program Tadarus Bersama. Meskipun demikian, ditemukan beberapa hambatan seperti keterbatasan waktu orang tua, kurangnya pemahaman terhadap kurikulum PAI, serta keterbatasan media komunikasi antara guru dan orang tua. Untuk mengatasi hambatan tersebut, sekolah mulai memanfaatkan media digital guna memperkuat interaksi dan pelaporan perkembangan anak. Penelitian ini menegaskan pentingnya kolaborasi yang berkelanjutan antara sekolah dan orang tua dalam menanamkan nilai keislaman secara komprehensif di rumah maupun di sekolah
Copyrights © 2025